Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Bersimpuh di Depan Ka'bah

Gambar
  Bersimpuh di Depan Ka'bah Karya : Siti Hikayah Di hadapan Ka'bah, aku terdiam, Hati terurai, air mata terjatuh dalam. Dunia seakan tiada lagi makna, Hanya Allah, dan kedamaian yang nyata. Bersimpuh dengan seluruh jiwa, Menggapai rahmat-Nya yang tak terhingga. Ka'bah yang suci, tempat penuh cinta, Menyentuh relung hati, menyegarkan setiap langkah kita. Tangan terangkat, doa pun mengalir, Memohon ampun, memohon petunjuk-Nya. Di bawah langit-Mu yang luas, Hanya Engkau yang mampu memberi kehidupan penuh berkah. Tersungkur dengan kesadaran diri, Bahwa aku hanyalah hamba yang penuh dosa. Namun Engkau, Tuhan yang Maha Penyayang, Menghadirkan keberkahan dalam doa yang tak terhingga. Bersimpuh di depan Ka'bah, aku merasakan, Keheningan yang berbicara lebih dari kata, Sebagai bukti cinta tanpa syarat, Di sini, aku berdiri, dekat dengan-Mu. === Bwi, 22 Des 2024

Rumah Allah

Gambar
  Rumah Allah  Karya : Siti HIKAYAH ------ Di sini, hatiku menemukan damai, Lantunan ayat mengalun bagai sungai. Dingin lantai merapatkan kaki, Suara azan memanggil nurani. Dinding-dindingnya bukan sekadar bata, Namun saksi bisu ratusan doa. Tangisan, harapan, dan pujian, Terukir di antara hembus keikhlasan. Tak peduli siapa yang datang, Raja atau fakir sama disambang. Di sini, semua bersujud sejajar, Menghadap kiblat, menghilang keangkuhan. Langit terasa lebih dekat, Di tiap sujud kuluruhkan berat. Cahaya iman menyinari jiwa, Rumah-Mu, tempat cinta bermuara. Ya Allah, jangan jauhkan aku, Dari rumah-Mu yang selalu kurindu. Karena di sini kutemukan arti, Hidup, cinta, dan pengabdian hakiki Bwi, 23 desember 1224

Bangkit Kembali

Gambar
  BANGKIT KEMBALI Karya Inayati Robbaniyah Guru MTsN 1 Banyuwangi === Jika diri ini tahu Kapan hari itu tiba Pasti kan kupersiapkan Untuk mendapatkan nya  ** Namun siapapun tidak ada yang tahu Termasuk orang alim sekalipun bahkan para 'ulama pada umumnya *** Kita ini hanyalah hamba Yang harus taat dan patuh atas perintah  Dan menjauhi semua larangan Nya baik suka maupun tidak suka.  *** Tiada yang berhak atas diri ini kecuali sang Maha kholik yang mampu membolak balikkan hati yang berkeras atas keinginan Yang sering tak terkontrol dan nyaris menyesatkan. ** Titik - noda setiap hari tidak semakin memudar Bahkan semakin menumpuk,  walaupun sudah tersuci kan setiap waktu,  namun tetap tak dapat menghapus noda - noda yang sangat menggunung..........  ** Tanpa kita sadari, mulailah satu persatu diantara kita untuk menghadap ke sang kholik.........  ** Apakah kita sudah atau belum cukup membawa Bekal menghadapnya??!!  Banyuwangi. 26...

Pergilah

Gambar
  Pergilah Karya: Kur Asriatun Guru MTsN 1 Banyuwangi == Pergilah jika memang itu yang kau kehendaki Tak usah perlihatkan sedu sedanmu Aku lebih mengerti, mengapa kau memilih pergi Aku membutuhkanmu? Harusnya tak perlu kau tanyakan Lihat saja nanti  Porak poranda yang kau berikan Pergilah Tak perlu lagi kau pikirkan Kebingunganku menata ruang kosong yang kau tinggal Meski tak sebaik dirimu Pada saatnya nanti akan ada yang mengganti Aku kehilanganmu? Tentu saja dan sangat sepi Tapi bisakah itu membuatmu kembali? Mengarungi waktu bersama tertawa dan terluka Kurasa tidak Kau akan tetap pergi menjauh Untuk meraih sesuatu yang kau sebut mimpi === Banyuwangi, 25 Desember 2024

Semesta Bersaksi

Gambar
  Semesta Bersaksi Karya: Kur Asriatun Guru MTsN 1 Banyuwangi === Semesta bersaksi Atas kebaikan dirimu,emak Engkau perisai untuk anakmu Dalam menghadapi badai kehidupan ** Dunia ikut mengamini Betapa mulianya pemikiranmu,emak Menyingsingkan lengan bajumu tanpa untung rugi Untuk menuntun anakmu menggapai cita ** Alam sekeliling ikut berduka Saat kepergianmu menuju keabadian,emak Tenanglah disana dalam bahagia Anakmu disini tak lelah mengirim fateha == Banyuwangi, 24 Desember 2024

Cerita Rindu

Gambar
  CERITA RINDU Karya: Mohammad Siddik Guru MTsN 1 Banyuwangi === Teringat cerita seekor kupu kupu Kupu kupu yang indah nan cantik Kupu kupu yang terbang jauh nan tinggi Di kala hujan turun dia akan berhenti dan berteduh untuk beristirahat Menghalau hujan supaya tak merusak sayap nya  Lakukanlah hal yang sama seperti kupu kupu Di kala kau tak nyaman di situ Pergilah, menjauhlah atau sekedar menghindar Supaya batinmu tak semakin terluka Penatmu tak semakin tercabik Bahkan.... Kemarahan hatimu tak semakin memuncak Biarkan lah air mata menetes walau tanpa ada yang mengusap Agar kau ada arti dalam hadirnya Ada nilai dan harga dalam lelahnya  Tak semua yang tampak bisa selesai dengan kata kata Dan tak semua yang terlihat terselesaikan dengan sikap Ingatlah... Sejauh kamu pergi Selama apa kau menunggu dan Sesibuk apa kau mencari Yang perlu kau tau.. Jangan lupa untuk pulang dan kembali Karena pergi adalah suatu cara untuk menciptakan RINDU == Banyuwangi, 22 Desember 2024

Nyanyian Alam

Gambar
  Nyanyian Alam Karya Erlinayah Guru MTsN 1 Banyuwangi === Gemuruh angin menyapa lembah, Melantunkan irama tanpa keluh kesah. Di antara pepohonan yang hijau merendah, Tersembunyi kedamaian yang tak pernah punah. Sungai mengalir lembut meniti waktu, Membawa cerita dari hulu ke muara biru. Gemercik airnya bagai bisikan mesra, Menghidupkan bumi, menyapa jiwa. Langit biru membentang luas, Dihiasi awan yang berarak bebas. Mentari menari dengan sinar keemasan, Menghangatkan dunia dalam dekapan. Gunung kokoh menjulang tinggi, Menjadi saksi sejarah tak bertepi. Hembusan anginnya membawa pesan, Tentang kehidupan yang penuh harapan. Alam adalah guru yang tak pernah lelah, Mengajarkan cinta tanpa pamrih. Mari kita jaga dan peluk erat, Agar ia terus indah, selamanya lekat. === Erlin,bwi12122024

PINTU SURGA YANG NYATA

Gambar
  PINTU SURGA YANG NYATA Karya: Sulistyowati Guru MTsN 1 Banyuwangi === Perempuan tercipta karena adanya cinta  Dan dialah penerima sifat dari yang Kuasa yang dititipkan dalam raganya Bahkan engkau adalah malaikat tak bersayap yang Allah turunkan ke maya pada Untuk menyayangi makhluk mungil tak berdaya hingga mereka menjadi dewasa Kau sayangi melebihi dirimu sendiri kau lindungi dengan segenap jiwa ragamu Kesabaranmu melebihi luasnya tujuh Samudra Kadang peranmu melebihi peran tulang punggungmu Seharusnya engkau bersanding manja dengan sang raja Karena engkaulah yang sebenarnya ratunya Namun kau terabaikan tatkala semua telah berbeda Raga sudah tidak seperti gitar spanyol ataupun biola Body seperti papan skateboard yang lurus dan bungkuk Kadang engkau ditinggalkan tanpa status seperti itukah nasib ibu bumi Yang telah mengantarkan mereka-mereka ke puncak ke mashuran Tidak adakah sedikit saja rasa belas kasihmu kepada manusia yang berstatus perempuan Ingatlah kalian semua manus...

Ibu aku pulang dalam rindumu

Gambar
  Ibu aku pulang dalam rindumu Karya: Rama Sahputra A. Guru MTsN 1 Banyuwangi === Sebagai tanah, akulah anakmu yang merantau, pergi bersama jejak kemarau, pulang tak tentu, menenun rindu dalam musim yang bisu Ibu, jarak adalah musim rindu tanpa hitungan, tak terukur oleh waktu yang diam. Ibu, adakah musim yang menghapus jarak, melenyapkan jeda dalam tanda pisah, agar pertemuan tak selamanya tenggelam dalam kesunyian  Senyumlah, Ibu, seperti malam yang merengkuh waktu dengan dzikir dan doa-doa syahdu. Ada yang bersemayam di teduh matamu, sebuah harapan yang rapuh, seiring cemas kepergian yang selalu menyertai perjalanan. Tak takutkah kau, Ibu, akan kehilangan anakmu yang pergi dalam jejak asing di antara pulang dan perginya angin? Antara jarak, dan cinta yang tak pernah pudar. == Banyuwangi,8 Desember, Menjelang terbitnya fajar

Pelukan Ilahi

Gambar
  Pelukan Ilahi Karya: Siti Ismawiyah Guru MTsN 1 Banyuwangi ==== Di relung sunyi yang tak bertuan, Hati menjerit tanpa suara. Penuh luka, tergores zaman, Tersesat dalam gelap tak bertepi. Tangisnya terbungkam angin malam, Sukma bergetar, rindu terpendam. Rindu pada cahaya yang pernah ada, Namun kini pudar, sirna selamanya. Tapi hati tahu ini bukanlah akhir, Ujian Allah datang bagai air, Mengalir deras menguji jiwa, Menguatkan iman, menumbuhkan doa. Adakah yang mendengar jerit pilu ini? Adakah yang peduli pada luka tersembunyi? Hati bertanya pada malam yang pekat, Namun jawabnya "Allah selalu dekat." Di balik duka, tersimpan hikmah, Di balik luka, ada kasih yang ramah. Hati ini, rapuh namun bertahan, Karena Allah takkan biarkan sendirian. Ujian-Nya bukanlah hukuman, Tapi pelajaran menuju ketabahan. Dan meski hati menjerit dalam duka, Hati percaya, akhir adalah bahagia. === bwi,071224

Teriak Saja

Gambar
  Teriak Saja Karya: Kur Asriatun Guru MTsN 1 Banyuwangi == Meluruh dalam sunyi Terdampar dalam rawa menyesakkan Berharap tangan kokoh meraih jemari Untuk tuntaskan giat yang masih sepenggal Bukan bodoh hanya tak mampu melawan  Keengganan merantai kuat  Bagai pasung menindih dan melemahkan Tuhan… Tolonglah aku… Sayup rintihan terdengar dari bibir penuh senyuman Seperti iblis yang sedang menyenandungkan kemenangan Semangat kian ringkih tinggal tulang Keropos kemudian tumbang Diterpa badai kehidupan Kemana hendak mencari penopang Teriak saja Tuhan… Tolonglah aku… === Banyuwangi, 7 Desember 2024

Renungan Jiwa

Gambar
  Renungan Jiwa Karya: Siti Ismawiyah Guru MTsN 1 Banyuwangi ==== Dalam cermin pagi yang redup, Tersirat bayang tubuh yang letih, Garis-garis waktu terukir halus, Pada kulit yang dulu segar, kini mulai kering. Tubuh yang tegak, kini mulai lemah Di balik kelopak yang mulai sayu, Jiwa tetap bernyala, Meski langkah tak lagi tegap, Semangat tak ingin surut. Aku bertanya pada embun pagi, Berapa lama lagi waktu berbisik? Apakah usia hanyalah angka, Atau jejak kenangan yang terus hidup? Wahai jiwa yang tak pernah tua, Kau adalah nyala abadi, Di tubuh renta ini, kau tetap bermakna, Menanti senja dalam damai yang hakiki. Biar raga perlahan pudar, Jiwa ini tetap merenung, Dalam heningnya usia senja, Kutemukan arti hidup yang sejati === Isma010224 bwi

Hikmah disetiap Langkah

Gambar
  Hikmah disetiap Langkah Karya: Siti Ismawiyah Guru MTsN 1 Banyuwangi == Dalam gulita yang mencekam malam, Terselip cahaya, walau samar dalam kelam. Dalam hujan yang deras mengguyur bumi, Tumbuh kehidupan, bersemi kembali. Tangis yang pecah di ujung hari, Adalah awal dari tawa yang sejati. Kegagalan yang menyapa tanpa henti, Mengasah jiwa, menguatkan hati. Setiap luka yang kau rasakan, Mengajarkan arti kesabaran. Setiap jatuh yang kau alami, Membimbing langkahmu lebih berani. Hidup tak selalu tentang senyum cerah, Namun di balik duka, tersimpan hikmah. Percayalah, setiap peristiwa yang terjadi, Adalah guru yang menempa diri. Teruslah melangkah, jangan pernah lelah, Karena dalam setiap jejak, ada berkah. Hidup ini indah, meski tak selalu mudah, Sebab setiap peristiwa membawa hikmah. === Isma041224

DOA PENENANG JIWA

Gambar
                               DOA PENENANG JIWA  Karya:  Rofikoh Guru MTsN 1 BWI =========        Berdoalah senantiasa,  meski diwarnai dengan tangisan, tapi akan berujung manis.      Sujud itu indah. kita berbisik ke bumi, tapi terdengar ke langit      Tidak ada cinta yang paling indah Selain cinta Allah kepada hambaNya      Jika malam indah karena rembulan Maka kehidupan akan indah karena Al-Qur'an      Perbanyaklah mengingati Allah karena itu adalah obat penenang  jiwa == Banyuwangi, 2 Desember 2024