Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Panggilan Mulia

Gambar
  Puisi ucapan Hari Guru untuk rekan-rekan seprofesi: Karya LESMIANTI, SPd GURU MTsN 1 bANYUWANGI Panggilan Mulia Teruntuk engkau, saudaraku seprofesi, Di balik nama "Guru" yang engkau sandang sehari-hari, Ada peluh yang tersembunyi, ada asa yang terjaga, Membangun negeri lewat mimpi yang tiada sirna. Setiap pagi kau sambut langkah yang berat, Menuju ruang penuh cerita dan makna berlipat, Di sana ada senyum dan pandangan penuh harap, Tangan kecil yang ingin belajar dan menjelajah tanpa batas. Meski kadang lelah menyapa di ujung hari, Tapi kau tetap hadir dengan hati yang penuh nurani, Mendidik bukan hanya dengan ilmu yang kau bagi, Namun juga dengan cinta dan ketulusan tak terperi. Saudaraku, mari kita terus melangkah bersama, Dalam cahaya pengabdian yang tak lekang masa, Karena guru bukan sekadar profesi atau pekerjaan, Ia adalah panggilan jiwa, warisan sepanjang zaman. Selamat Hari Guru, wahai rekan seperjuangan, Mari terus bakar semangat untuk anak-anak harapan, Kita bangu...

Percikkan Gemuruh

Gambar
  Percikkan Gemuruh Karya: Kur Asriatun Guru MTsN 1 Banyuwangi == Bertemu dengan orang hebat Menambah gigih jiwa dalam semangat Berlomba saling memotivasi Untuk meraih kesuksesan tinggi Melangitkan beribu mimpi Bekerja keras  melawan letih ** Bertemu dengan orang bijak Sewarna langit merah membara Percikkan gemuruh di dada Untuk terus tunaikan kebaikan tanpa jeda ** Jatuh bangun meraih mimpi Berjuang konsisten melaksanakan yang diyakini Tiada kebaikan yang sia sia Tiada perjuangan tanpa hasil yang indah ** Ayo singsingkan lengan baju Buang kemalasan dan bergerak maju Bukan saja untuk kemuliaan dunia Tapi untuk kebahagiaan sesudah fana === Banyuwangi, 13 November 2024

Pahlawan Negeri

Gambar
  Karya Lesmianti S.Pd  Guru MTsN 1 Banyuwangi Pahlawan Negeri Pahlawan negeri, jiwa berani,   Berjuang tanpa pamrih, dalam sunyi,   Membawa harum tanah pertiwi,   Mengorbankan segalanya, tanpa iri.   Di masa lalu kau tempuh badai,   Melawan tirani, tanpa tergadai,   Dengan darahmu kau tuliskan janji,   Kemerdekaan bagi kami, generasi ini.   Kami berdiri di atas namamu,   Menyambung mimpi yang kau ukir dahulu,   Berkat jasamu kami merdeka,   Dalam damai, bebas berkarya.   Hari ini kami bersumpah,   Melanjutkan tekadmu yang gagah,   Membangun bangsa dengan cinta sejati,   Menghormati warisanmu, pahlawan abadi.   Terima kasih, pahlawan bangsa,   Namamu kekal dalam setiap asa,   Di hati kami kau hidup selamanya,   Dalam semangat, dalam jiwa.   ---  Semoga puisi ini dapat menjadi...

Pahlawanku

Gambar
  PAHLAWANKU Karya: Mohammad Siddiq,S.Pd Guru MTsN 1 Banyuwangi === Indonesia negeriku Teruntuk pahlawanku Hari ini juga harimu Untuk negeriku kau berani mati Demi negeriku kau rela mengorbankan diri Saat kau terjatuh sungguh kau berani untuk bangkit kembali Tubuhmu berlumuran darah Bahkan tubuhmu juga tak mengenal kata lelah Jiwamu pun tak berani untuk menyerah Semua terbayar dengan "Kemerdekaan Negeri Indonesia" Namun kemerdekaan itu kini berubah menjadi debu yang tak bisa menyatu Seakan cacat yang tak bisa bersatu Andai kau tau negeriku saat ini Senyummu akan menjadi tangismu Tawamu akan menjadi sedihmu Wahai pahlawan bangsaku Kerinduanku akan semangat juangmu Walau aku tak bisa melihat perjuanganmu Tapi aku tak kan pernah melupakan jasa-jasa mu === Banyuwangi, 10 Nopember 2024

Jiwa Hebat Tanpa Pamrih

Gambar
  Jiwa Hebat Tanpa Pamrih Karya: Munawar Effendi == Tidak mudah meraih asa tinggi Perlu giat kuat menguras energi Mungkin diperjalanan tubuh kian ringkih Semangat terus kendur dan  letih Namun tekad baja kan menghalau semua Fokuskan saja niat kita Untuk menjadikan yang baik menjadi lebih tertata Menyongsong dunia baru dengan suka cita Menggenggam prestasi dengan gagah Keberhasilan akan teraih Oleh jiwa hebat tanpa pamrih Niat ikhlas menjadi doa Ridho ilahi berimbal barokah === Banyuwangi, 09 November 2024

Menyadari Anugerah

Gambar
 #Contoh kisah berhikmah# Menyadari Anugrah === Imut sedang berjalan seorang diri di tengah hutan. Imut adalah seekor semut rangrang yang tidak puas dengan bentuk tubuhnya. Setiap saat Imut selalu mengeluh pada sang ibu. "Ibu, kenapa sih tubuh semut itu kecil? Kenapa tidak besar seperti singa atau gajah?" Keluh Imut. Sang Ibu tersenyum mendengar keluhan Imut. "Kenapa Imut ingin seperti singa atau gajah?" Tanya Ibu " Enak bu, kemana mana bisa seorang diri dan semua takut padanya." Jawab Imut. "Oh, Imut ingin jalan - jalan sendiri ya?"  Imut mengangguk dengan pandangan penuh harap. " Baiklah, Imut hari ini boleh kok jalan - jalan sendiri, tapi nggak boleh lama lama ya?" Pesan Ibu. Imut bersorak gembira dan langsung berpamitan pada ibunya. ** "Hah..! " seru Imut senang. Semut kecil itu sangat gembira bisa berjalan - jalan sendiri menikmati keindahan hutan tempat tinggalnya. Biasanya Imut harus berjalan bersama rombongannya, tidak...