Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Garis yang Sama

Gambar
  Garis yang Sama Oleh: Hariyono  (mtk) == Di kelas ini kita berdiri pada bidang yang sama, berbeda angka, namun satu nilai. Ada yang cepat memahami, ada yang perlu waktu. Seperti soal cerita, tidak semua jawaban datang bersamaan. Mengejek bukan solusi, merendahkan bukan cara. Karena luka tak bisa diukur dengan satuan apa pun. Jika satu titik disakiti, garis persaudaraan menjadi pincang. Padahal saling membantu adalah rumus paling sederhana. Mari belajar menghargai, tanpa suara keras, tanpa kata kasar. Sebab di sekolah ini, kita sedang menghitung masa depan bukan kesalahan teman.

Kita Bersaudara

Gambar
  Kita Bersaudara Karya Hidayatul Wasiah Di koridor Madrasah yang penuh tawa,  Jangan ada lisan yang melukai jiwa.  Kita datang membawa harapan dan doa,  Bukan untuk mencari siapa yang paling berkuasa. Saudaraku...  Mungkin kulit kita berbeda warna,  Mungkin cara bicara kita tak sama,  Namun bukankah kita sujud di sajadah yang sama?  Menghadap Tuhan yang mengajarkan cinta. Satu kata hinaan, bagai luka di permukaan kaca,  Sulit hilang, meski minta maaf telah dieja.  Satu tindakan kasar, bagai duri dalam dada,  Mematikan semangat, meredupkan cahaya mata. Tangan ini untuk berjabat, bukan untuk memukul.  Lidah ini untuk berzikir, bukan untuk menyungkur.  Di MTsN 1 Banyuwangi kita berkumpul,  Menjalin ukhuwah agar prestasi makin unggul. Banyuwangi, 24 Desember 2025

Jerit Hati di Sudut Ruang Hampa

Gambar
 Jerit Hati di Sudut Ruang Hampa Karya: Inun Fitriyani Di antara rindangnya pepohonan di depan ruang,  Di antara eloknya taman-taman di sekitar, Suara riuh siswa beradu dengan angin pagi,  Terdengar alunan ayat dikumandangkan, Namun di pojok ruang, ada hati yang tersembunyi, terselubung pilu   Bibir mengeja bait-bait kebaikan dan budi pekerti,  Tentang kasih sayang dan memuliakan sesama,  Namun mengapa ada lidah yang tajam menyayat?  Menggores luka pada kawan yang diam berbalut taat dan tawadhu. Beralibi dibalik tawa yang menusuk Tawa itu bukan canda, melainkan duri,  Yang ditancapkan pada kawan yang tak dianggap,  "Hanya bercanda," kilah mereka sambil tertawa tanpa dosa,  Tanpa sadar satu jiwa sedang meregang nyawa dalam hampa. Mengeja kalam suci bukan jaminan hati telah jernih,  Jika masih ada jemari yang membuat mata pedih,  Jika ada lisan yang membuat hati patah teriris. Wahai kawan… Bukankah Baginda telah bersabda unt...

HENTIKAN PERUNDUNGAN

Gambar
 HENTIKAN PERUNDUNGAN Karya Sulistyowati Datangmu disambut ucapan salam Agar jiwa-jiwa yang datang menjadi tentram Bertumbuh bersama menikmati hari yang ceria Berhias hati yang gembira Namun dibalik tawa riang ada wajah sendu  Yang seolah ingin hari cepat berlalu Sebab ada kata yang tajam seperti sembilu Yang sering dilempar tanpa ragu Menembus kedalam kalbu hingga jiwa membeku Sekolah seharusnya menjadi tempat bertumbuh dan berkembang Bersama teman-teman dan guru tersayang Kenapa mesti ada benci dan sakit hati antar sesama teman Kenapa mesti ada yang tertindas dan yang ingin menang Padahal sekolah bukan arena perang Hentikan perundungan, mari ulurkan tangan yang penuh kasih sayang Agar setiap anak, menemukan kedamaian dalam bertumbuh dan berkembang         Banyuwangi, 22 November 2025         Sulistyowati

HENTIKAN PEMBUNUH SENYAP

Gambar
  HENTIKAN PEMBUNUH SENYAP Karya: Sulistyowati Di halaman sekolah yang ramai setiap pagi  kutemukan cahaya kecil pada wajah-wajah yang datang. Senyuman manis menghiasi wajah mereka, meruntuhkan tembok-tembok dingin yang dibangun oleh rasa takut akibat perundungan. Sapamu yang lembut, menyentuh hati tanpa harus menyentuh tangan. Dan kamua berkata: “Aku melihatmu, aku menghargaimu.” Diantara ransel di bahu dan langkah tergesa, sapamu itu menjadi jalan, Jembatan jiwa-jiwa muda yang sedang tumbuh. Salammu yang tulus, menebarkan kehangatan seperti matahari pagi ini. Hanya satu kata, tapi mampu meluruhkan kesombongan jiwa yang kadang bersarang di sudut kelas. Dan perilakumu yang santun, adalah pakaian terbaik yang bisa kalian kenakan setiap hari. Ia tidak ada di pasar tidak diperjual belikan, tidak pula berat, tapi menjadikan siapa saja terasa aman damai berada di dekatmu. Dan di madrasah kita, jangan beri tempat perundungan Karena senyum menjadi budaya, sapa menjadi kebiasaan, sala...

ESOK HARI

Gambar
  ESOK HARI Karya: Sugiyanto Asmoro, S.Pd === Masih ada pagi ,,,,esok hari. Jangan sedih, dan menangis. Ku tak kuasa melihat mata indahmu, berlinang air mata. Senyum bibirmu terlalu indah , untuk tergantikan luka. Meski aku tahu, tak mudah untuk tertarik pada bunga,  Meski aku paham, terlalu sulit untuk mengerti. Cerita kemarin tak usah kau kenang.. Harapan masa depan, biar mengalir dengan tenang. Jika samodra adalah ruang hati,,,Cerita hanyalah gerak ombak yang berakhir di tepi pantai, Jika belum selesai, kau berduka,Jangan terburu kau tutup luka, Biarkan dia mengering bersama sejuknya angin. Pastikan hatimu menerima dan belajar dari rasa luka, agar dia tak kembali menyapa.                       Banyuwangi                    Senin 17-11-2025                        S.Asmoro

TEBARLAH KEDAMAIAN

Gambar
  TEBARLAH KEDAMAIAN Oleh : Moh. Siddiq, S.Pd Wahai sahabatku Jaga lah kata dan lisan mu Janganlah seperti bara api Jangan pula seperti belati Alangkah indah kalau lisanmu Seperti melati di pagi hari Bersemi indah dipandang mata ini Harum tercium nyaman di hati Jangan lukai hati Kawan dan sahabatmu sendiri Luka badan mudah diobati Luka hati dibawa mati Di mana rasamu, wahai sahabat ku Ejekan dan cacianmu Kenapa mesti kau lontarkan Kau abaikan hati dan perasaan kawan yang seharusnya kau pedulikan Tebarkan rasa damai dan persaudaraan Hanya dengan itu Damai harmoni dan cinta kan tercipta Banyuwangi, 11 November 2025 #Stop Bullying

ANTI* *PERUNDUNGAN*

Gambar
  ANTI* *PERUNDUNGAN* Karya : Lilik Nurhayati ===  *Ada* hati tertusuk kata, dibalik tembok sekolah  *Namun* mulut terkunci, tak berani membela diri  *Tatapan* merendahkan, dengan kata-kata menyakitkan  *Insan* mana yang tak terluka hati nya   *Perbedaan* adalah sumber kekuatan dan keindahan  *Enggan* menyakiti, jaga lisan dan hati  *Rangkul* yang lemah, sayangi sesama  *Ulurkan* tanganmu, bukan tinjumu  *Nampakkan* sikap saling menyayangi  *Damaikan* permusuhan di antara kita  *Ubah* dunia kelam menjadi damai membiru  *Niatkan* hati tuk jaga sesama  *Gandeng* dan rangkul yang lemah  *Aku* bersamamu, tuk tolak perundungan  *Niscaya* tercipta bahagia dan hidup lebih bermakna === Bwi, 10 Nop 25 Guru MTsN 1 Bwi

Tiba-tiba

Gambar
 Tiba-tiba  Karya: Zakia Ulfah ==== Hari yg cerah tiba-tiba gelap  Hati yg ceria tiba-tiba sedih  Pikiran yg jernih tiba-tiba keruh Langkah yg laju tiba-tiba terhenti sejenak  Karena kata-kata sederhana Kata-kata biasa tapi bermakna luar biasa Makna yg menyinggung, menyakiti  Bahkan mengintimidasi seseorang  Sangat membekas ,sulit dihapus  Hanya emosi terkendali  Hanya keteguhan hati  Hanya ketenangan pikiran  Hanya perilaku teladan  Menjadi solusinya

DO'AKU DIMALAM SELASA KLIWON

Gambar
  DO'AKU DIMALAM SELASA KLIWON Karya: Sugiyanto Asmoro Bismillaahir rahmaanir rahiim,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Doa rutin setiap pagi yang wajib dan masih bisa saya panjatkan,,,,, Alhamdulillahi robbil aalamiin,,,,,,, Doa setelah sore menjelang malam, yang masih bisa saya ucapkan. Hari Senin,,,aktifitas rutin sudah tersirat,,tersurat,,, serta tertulis,,,sebagai teman,,,sebagai pendamping anak-anak MTsN1 Banyuwangi. Begitu seterusnya Hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu,,, sampai ketemu Hari Minggu lagi,,,,, ALHAMDULILLAHI ROBBIL'AALAMIIN. Yaa Allah,,,,, IJINKAN AKTIFITAS saya, untuk selalu menemani kegiatan anak-anak, hususnya Keluarga Besar siswa-siswi MTsN1 Banyuwangi.... yang semakin hari, semakin terkikisnya ETIKA,,SOPAN SANTUN,,,TATA KRAMA dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Yaa Allah, yaa Rabb....JAUHKANLAH,,,HINDARKANLAH ,,,DARI SEGALA SEMUA BENTUK PEMBULLYAN,berikanlah bimbingan,,, berikanlah petunjuk,,, berikanlah kekuatan, kesabaran, ketabahan saya, unt...

Canda menyimpan sejuta luka

Gambar
  Canda menyimpan sejuta luka  Karya:, Maseni Terkadang dari sebuah canda Tersimpan sejuta luka Sakit hati terasa sudah biasa Air mata yang jatuh mulai menyiksa Berfikirlah kalian sebelum melakukan Karena satu luka kadang sulit disembuhkan Seringkali mereka menyalahkan keadaannya Mengubur mimpi mereka bahkan takut mengutarakan perasaanya  Sampai mereka lupa bahwa tuhan punya jalan disetiap masalahnya Tetaplah kuat seperti baja  Tetap bertahan walau luka itu masih terbuka Tunjukkan kepada mereka bahwa kamu tidak pantas menerima hinaannya Bwi 8 Nov 25

Suara yang Terluka

Gambar
 Suara yang Terluka Nama Pengarang: Dra. B. Pujiastutik Ada tawa di sudut kelas, namun bukan tawa yang ikhlas. Seseorang menunduk diam, menyembunyikan perih yang dalam. Kau kira lelucon itu ringan, padahal hatinya perlahan hilang. Setiap ejekan yang kau lontarkan, jadi luka yang sulit dihapuskan. Pernahkah kau dengar tangisnya malam hari? Pernahkah kau tahu hatinya sepi? Ia hanya ingin diterima, bukan dijauhi karena berbeda. Mari jadi teman yang menguatkan, bukan yang membuat hati tertinggal kesedihan. Ucapkan kata yang menenangkan, karena kebaikan selalu menumbuhkan harapan. Berhentilah menilai dari rupa, karena setiap jiwa punya makna. Jangan biarkan lidah melukai, jadilah suara yang meneduhkan hati. Bullying bukan tanda kuat, tapi tanda hati yang tersesat. Mari bersama hentikan derita, karena semua berhak bahagia. === Banyuwangi, 08 November 2025

Lupa

Gambar
  LUPA Karya : Indah Riza Kurnia Lupa Iya lupa Aku lupa  Lupa pada diri Lupa akan hebatnya diri ini Lupa akan sulitnya jadi diri Iya lupa Lupa akan istimewa nya jiwa yang penuh uji Lupa berterima kasih pada diriku sendiri Stop...!!!  Inilah diri Jangan bully...  Jangan bully kurang diri Jangan bully jiwa ini Jangan bully diri ini Aku berjuang hingga titik ini, penuh dengan drama uji nyali.  Sudah, tolong henti Ini lah diri Diri yang lelah untuk diuji  Diri yang harus tetap berdiri  Berdiri tegap diatas bumi yang penuh duri Terimakasih diri, kamu hebat hingga saat ini Tetaplah hebat hingga nanti! ===

Jejak Kata, Jejak Luka

Gambar
 Jejak Kata, Jejak Luka Karya, Siti Ismawiyah == Kau bilang itu hanya canda, tapi candamu menoreh luka. Kau tertawa, aku terdiam, menyimpan perih di dada yang tak kau lihat. Kata-katamu menancap di ingatan, lebih tajam dari pisau, meninggalkan bekas yang tak terlihat, namun membakar setiap detak ragu. Aku belajar tersenyum di tengah perih, menyembunyikan luka di balik tawa palsu, karena dunia lebih percaya pada bahagia, daripada air mata yang membeku di kalbu. Maka hari ini, aku memilih menebar kata yang menumbuhkan, bukan yang melukai. Sebab setiap kata adalah jejak— dan aku ingin meninggalkan jejak kasih, bukan jejak luka. Kini aku menulis, merekam luka di antara baris puisi, agar dunia tahu— kata bisa menyembuhkan, tapi juga melukai. Bwi, Isma 91125

Jadilah Generasi Berjiwa Besar

Gambar
  Jadilah Generasi Berjiwa Besar Karya: Munawar Effendi == Karena kita tak sempurna Janganlah saling menghina Karena kita ciptaan Tuhan Maka nikmat mana lagi yang pantas untuk didustakan Mari bersihkan hati Kendalikan lidah dari cemooh yang menyakiti Ingatkan logika bahwa kuatnya raga bukan untuk menindas yang ringkih Sempurnakan iman dengan hidup rukun tanpa perkelahian Wahai generasi muda Calon pemimpin bangsa Jadilah pemuda berjiwa besar Mampu menghadapi cobaan dan tantangan Namun tetap rendah hati dan sabar Jangan menjadi pembully Tak elok juga jika menjadi korban bully Ayo bergerak kuatkan NKRI Dengan berprestasi sesuai kompetensi yang dimiliki tanpa bully === Banyuwangi, 07 November 2025

Sudahi Perundungan

Gambar
  Sudahi Perundungan Karya : Kur Asriatun == Senyum meremehkan Tawa yang tertahan Lirikan mata yang saling beri isyarat Aku tahu, itu untukku Kelemahan dan kekuranganku Untuk dijadikan obrolan kalian Tapi jangan kira  Aku tertindas karenanya Sebab aku menerima apa yang Tuhan berikan Aku memang tak sempurna Begitu juga kalian Lantas mengapa saling menertawakan? Sudah cukup! Sudahi semua perundungan  Aku tak akan menjadi kerdil karenanya Ingatlah yang Tuhan ciptakan semua istimewa Begitu juga aku dan kalian semua === Banyuwangi ,7 November 2025 ##stopbullying