Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

PERUNDUNGAN

Gambar
  PERUNDUNGAN Oleh: Maemunah Tiap kata adalah luka Luka menganga didada Tergores duka nestapa Duka tiada tara terasa Terhempas dalam derita Akibat perundungan Tak terlihat tapi pasti Menghantui hari-hari Membuat jiwa rapuh Menakutkan dan mencemaskan Tiada tempat bersembunyi Dari siksaan yang menyakitkan Mari kita hadapi perundungan Dengan keberanian dan kasih sayang Mari kita hadapi perundungan Dengan menegakan kebenaran dan keadilan

Suara yang Pernah Dibungkam

Gambar
  Suara yang Pernah Dibungkam       Oleh: Erlinayah   Aku memilih lebih diam Tiada hasrat tuk berkata kata bukan karena tak punya kata, melainkan karena tawa mereka yang selalu membuat luka dihati. Namaku bahan candaan dan jadi ejekan, langkahku diukur dengan cemooh, setiap hari hinaan yang ku dengar  Tubuhku serasa mengecil..dan mengecil menyembunyikan mimpi di balik takut. Aku ingin berteriak, namun suaraku terjebak di dada, Tak mampu melawan sunyi memaksa diam dibungkam oleh tatapan dan kata yang tak pernah ramah. Tapi malam mengajariku bertahan, bahwa luka tak selamanya kalah. Di sunyi, aku merangkai keberanian dari air mata yang jatuh perlahan. hingga esok aku bangkit dengan suara sendiri. Kini aku berdiri, dengan suara yang dulu kau bungkam. Tak lagi gemetar, tak lagi sembunyi, sebab aku berhak didengar dan dihargai. karena martabatku tak pernah bisa kau ambil. Suaraku mungkin pernah patah, namun ia tumbuh lebih kuat. Dari perundungan, lahir...

Di Antara Ejekan dan Air Mata

Gambar
  Di Antara Ejekan dan Air Mata Oleh: Rofikoh Di antara ejekan dan air mata, aku belajar menunduk pada hari, menyimpan kata-kata di sudut dada, agar tak jatuh bersama luka yang sunyi. Tatapan tajam menjadi beban, tawa berubah pisau yang perlahan mengiris, namaku dipanggil tanpa empati, harga diriku diuji di hadapan banyak mata. Aku ingin berteriak, namun suaraku patah di tenggorokan, dibungkam oleh rasa takut dan kalimat yang tak pernah ramah. Namun malam mengajariku bertahan, bahwa luka tak selamanya kalah, di sunyi aku merangkai keberanian dari air mata yang jatuh tanpa suara. Kini aku berdiri dengan langkah baru, menggenggam sisa-sisa harap yang dulu hampir padam, aku belajar mencintai diriku kembali, meski bekas luka masih tinggal di dalam. Di antara ejekan dan air mata, aku menemukan makna yang tak tergantikan: aku ada, aku berharga, dan suaraku layak untuk didengarkan.   Rofikoh, BWI 241225

Stop Bulliying

Gambar
Stop Bulliying Oleh : Hanik Setyowati Jari boleh cepat mengetik, tapi hati jangan lambat berpikir. Satu kata bisa melukai, satu sikap bisa menyelamatkan. Aku lelah kuat sendirian, lelah tersenyum sambil ditertawakan. Kalau kau tak bisa menyembuhkan, tolong… jangan menambah luka. Kami datang untuk belajar, bukan untuk dihina. Kami ingin tumbuh, bukan runtuh oleh kata-kata. Sekolah nyaman tanpa bullying. Bercanda bagimu, luka bagiku. Berhenti sekarang. Stop Bullying. 24122025 Hanik S

MTs Tanpa Bullying

Gambar
  MTs Tanpa Bullying Oleh : Hanik Setyowati Kami datang ke madrasah membawa mimpi dan harapan, bukan untuk ditertawakan, bukan untuk direndahkan. Perbedaan bukan bahan ejekan, bukan alasan saling menyakiti. Kami sama-sama belajar, sama-sama ingin dihargai. Satu kata bisa melukai, satu tawa bisa menjatuhkan. Maka mari jaga lisan dan sikap, agar madrasah jadi tempat yang nyaman. Berani bukan berarti menyakiti, kuat bukan berarti merendahkan. Hebat adalah mereka yang melindungi dan peduli. Hari ini kami berjanji,  tidak membully, tidak diam saat melihat bullying, dan saling menguatkan. MTs ramah, MTs nyaman, Stop Bullying  mulai dari diri sendiri Dan kita bersama. 24122025 Hanik S