Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

SENYUM PENUH LUKA

Gambar
  SENYUM PENUH LUKA Karya : Aini Fitri, SE  Saat mata tak lagi memandang  Jika nurani tak lagi bicara  Mampukah tetap berdiri dalam badai Hati berkecamuk inginkan keadilan  Atas derita yang tak bertepi Menanggung lara sendiri  Menanggung duka sendiri  Sakit Terluka Sendiri  Menanggung sendiri  Sudah matikah hati nurani  Sudah punahkah rasa welas asih Tak ada yang mendengar jerit hati Tak ada yang peduli tangisan perih Tolong hentikan Jangan sakiti lagi Tak sanggup menanggung sendiri Merundung hanya meninggalkan luka Luka terdalam yang tak pernah hilang  Walaupun senyum  Tapi penuh luka dalam hati 05 November 2025 #stopbullying

Topeng Kaca dan Tawa yang Mengiris

Gambar
 Topeng Kaca dan Tawa yang Mengiris Oleh: Ari Soraya Nurillah, S.Pd Di balik tirai rumah yang dulu berhiaskan janji Kini hanya ada panggung sunyi, penuh retakan Ayah dan Ibu, lakon utama yang saling menyakiti Dan aku, penonton tunggal yang menelan kehancuran Pintu tertutup rapat, tapi drama ini tak tersembunyi Suara-suara tajam merobek malam, membuatku menggigil Aku tahu, dunia luar mulai berbisik, berprasangka diri Tentang kebobrokan kami yang tak bisa lagi dipungkiri Lalu datanglah mereka, para hakim tanpa jubah keadilan Menunjuk-nunjuk dengan jari, menertawakan kehancuranku Kata-kata itu menusuk, seperti belati tanpa ampun Aku berdiri di tengah kerumunan, memaksakan senyum yang hampa Menarik napas dalam-dalam, mengunci gemetar di ujung kaki Di hadapan tawa mereka yang lantang, yang seolah tak punya dosa Aku harus tetap diam, menahan lahar yang hampir membanjiri Jika satu tetes air mata ini jatuh, semua akan terbongkar Maka kubiarkan mataku panas, kubiarkan hati ini terluka Sebab...

JANGAN GANGGU AKU

Gambar
 JANGAN GANGGU AKU Karya: Lesmianti,S.Pd === Jangan ganggu aku Aku ingin bahagia Aku ingin tersenyum Meski sederhana saja Aku ingin tenang Tanpa kata yang menyakitkan Tanpa kalimat yang menusuk hati Tanpa sindiran yang menyudutkan Aku ingin hari yang lembut Udara yang ringan Langkah yang ringan Dan jiwa yang damai Biarkan aku memilih jalanku sendiri Asalku tidak menyakiti siapa pun Biarkan aku merajut harapanku Pelan-pelan Dengan diam Aku ingin bahagia Itu saja Tak satupun yang boleh menyinggung perasaanku Karena hatiku juga ingin istirahat Jangan ganggu aku Aku ingin bahagia Mohon… Mengertilah sedikit saja. {Banyuwangi ,1 Nov 2025} #stopbullying ===

Hujan bulan lalu

Gambar
  Hujan bulan lalu Karya: Putri Novia Wulandari Rintik hujan pagi itu menetes pelan di luar jendela kamar. Udara dingin menyusup hingga ke sela-sela selimut yang masih kukenakan. Biasanya, aku sudah bersiap, menyetrika seragam, mandi, dan memasukkan segala kebutuhan dan perlengkapan ke dalam tas. Tapi pagi ini berbeda. Jam dinding sudah menunjukkan pukul enam. Aku masih meringkuk, menikmati alunan rintik hujan, tanpa semangat. Entah sejak kapan semangatku berangkat sekolah mulai menguap. Belakangan, setiap kali menginjakkan kaki di gerbang SMP Bakti Nusa, yang kurasakan justru cemas dan malu. Dulu, sekolah adalah tempat yang membuatku bahagia. Bertemu teman-teman, bermain bersama, belajar bersama, bahkan makan bersama sambil bertukar cerita. Namun, semenjak gerombolan Barbie hidup itu melontarkan kata-kata yang menyakitkan kepadaku, kepercayaan diriku mendadak hilang dan kecemasanku semakin menghantui setiap saat. Hal ini sangat mengganggu aktivitasku. Aku tahu, tubuhku tidak seper...

DIRIMU DIRIKU SAMA

Gambar
  DIRIMU DIRIKU SAMA karya : Abdul Gani,MPd.i === sumber dirimu diriku berasal adalah sama dan akan kembali ke arah tujuan yg sama Identitas lah yg menutupi dan menjadi tabir penghalang sehingga kita tdk mampu merasakan dan menyadari yg sejati dirimu diriku sama kenapa kita saling merendahkan,mencaci kenapa kita saling mencela satu sama lainnya kenapa kita merasa lebih tinggi dari yg lainnya kenapa kita membungkam kebebasan sesama mengkerdilkan kreatifitas teman sejawat bukankah dirimu diriku sama renungkanlah..... ahad sore, 2 nov 2025 #stopbullying

ORANG BODOH MERANGKAI KEBIJAKSANAAN

Gambar
 ORANG BODOH MERANGKAI KEBIJAKSANAAN Karya: Nuhbatul Fakhiroh,S.Pd Sebuah kebijaksanaan Tuhan Tak hanya bermakna, pada sebuah baris kalimat Barangkali merupa sebagai wajah penjahat Atau sekadar angin malam yang lewat Orang bijak, menamai sebagai ilham Karena hanya mereka saja yang bisa faham Sedang orang bodoh, menganggap sebagai ujian  Karena merasa tidak dicintai Tuhan Bagai merayu yang amat disayang Orang bijak, begitu tenang berbisik pada Tuhan Sembari berkesah, Tuhan mengusap isak di ujung mata Pada puncak, menjelang malam Orang bodoh, sibuk mengumpat dan mengutuk kekurangan  Bukan karena kurang aman, tapi memang lemah iman Hendak meracau minta keadilan Tapi, apa yang diharap pada nafsu manusia?  Pada hening, menunggu fajar Orang bijak, perlahan merangkak Lewat tangga-tangga wujud sayap malaikat Saat dibentangkan seluruh alam Doa-doa pilihan itu dibaca satu-satu oleh Tuhan Sayangnya, di malam yang membeku Aku benar-benar kedinginan Aku lupa, tak mengatur jam wek...

Jembatan Hati dan Ikrar Berani

Gambar
  Jembatan Hati dan Ikrar Berani Karya Inayati Robbaniyah,S.Pd Bukan hanya mengutuk, saat luka terhampar,  Kita harus bertindak, saat benih benci mekar.  Pencegahan adalah janji, bukan sekadar kata,  Membangun benteng kasih di setiap jendela. Sekolah, bukan arena, bukan tempat berlaga,  Namun taman ilmu yang harusnya tanpa naga.  Guru, jadilah mata, waspada dan peka,  Ciptakan ruang aman, tanpa rasa curiga. Tulis aturan emas, bukan di dinding batu,  Tapi di hati setiap siswa, setiap waktu.  Bahwa perbedaan itu indah, bukan celaan,  Ajar anak kita makna penghargaan Jika kau lihat tangan diangkat, atau kata menusuk,  Jangan diam mematung, jangan biarkan ia terpuruk.  Jadilah pelapor, jadilah saksi yang berani,  Memutus rantai kejahatan yang tersembunyi. Katakan "Tidak!" pada perundungan yang keji,  Suara satu orang bisa mengubah tragedi.  Bela yang lemah, rangkul yang terasing,  Sebab keadilan tegak karena kit...

STOP BULLYING

Gambar
  STOP BULLYING  Karya: Nayla An Umi ==== Di sudut sekolah yang ramai tawa, Ada hati yang diam, terluka tanpa suara. Tatapan sinis, kata tajam menusuk, Membuat jiwa kecil perlahan merunduk. Apa hebatnya menghina teman? Apa indahnya melihat orang kesakitan? Setiap ejekan yang terucap ringan, Mungkin seumur hidup akan jadi beban. Bullying bukan gurauan, bukan candaan, Ia racun yang membunuh perlahan. Senyum bisa pudar, mimpi bisa hilang, Karena luka yang tak tampak tapi mendalam. Mari hentikan, mari berubah, Ulurkan tangan, bukan celaan yang diserang. Jadilah sahabat yang menenangkan, Bukan bayangan yang menakutkan. Karena dunia butuh kasih, bukan kebencian. Butuh pelukan, bukan ejekan lagi. Stop bullying mulai hari ini. Agar semua hati bisa tersenyum kembali. --- Kalirejo, 02 Nopember 2025 #stopbullying

Cerminan Luka

Gambar
  Cerminan Luka Karya Putri Novia Wulandari, S.Pd. Aku dilahirkan bukan untuk membenci Rumah yang mengenalkanku bentakan jadi doa  dan pukulan jadi pengantar tidur Cinta dan sayang tak pernah bertahta di dalamnya Kedamaian tak pernah menyelimutinya Aku tumbuh di bawah bayangan ibu yang selalu menunduk terjebak badai di mata lelaki itu, yang mengajarkanku arti kuat dengan luka Aku belajar dari tangannya bahwa kuasa bisa membuat orang diam, sakit bisa membuat tunduk, dan menang adalah melihat orang lain kalah Ketika amarah meletup tanpa arah yang kucari adalah wajah yang lebih lemah Meski dalam lubuk hati Terbesit rasa benci pada diri sendiri Aku tahu, mereka tidak bersalah yang kutertawakan, kutendang, dan kucaci maki Mereka seperti diriku yang tak berani melawan dan hanya diam menahan tangis di balik pintu Aku sadar, aku bukan hanya pelaku aku cerminan dan warisan dari luka ===

BULLYING....

Gambar
  BULLYING.... Karya: Rofikoh === Bullying Sebuah kejahatan yang tak terlihat Membuat korban merasa tak berdaya Jangan pernah diam, jangan pernah takut Laporkan pada guru Laporkan pada orang tua Kita semua memiliki peran untuk mencegah bullying Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman Untuk semua orang, tanpa terkecuali Bebaskan diri dari bullying, mari kita mulai sekarang == Edisi 1 nop 2025

STOP BULLYING

Gambar
  STOP BULLYING Karya : Aini Fitri, SE  S iapa yang ingin  T erluka jiwa dan raga  O rang tua mana yang mau P asrah bila anak tercinta terluka B ilakah hati kan tenang U ntuk hanya melihat L uka jiwa dan raga  L elah hati I nginkan keadilan  Y ang terkadang tak di dengar  I ndahnya damai N estapa hati G urat kesedihan tak kan pernah hilang

Luka yang Tak Terlihat

Gambar
 Luka yang Tak Terlihat Karya: Siti Ismawiyah ==== Di balik senyum yang ku bingkai rapi Diantara tawa yang kau dengar, ada tangis yang diam-diam bergetar. Bibirku tersenyum karena terpaksa, hatiku retak tanpa suara. Setiap ejekan jadi jarum tajam, menusuk pelan, tapi dalam. Ia bersemayam dalam dada paling dalam Setiap tawa jadi pisau kecil, menggores perasaan yang rapuh dan pilu. Aku berjalan seolah kuat, padahal hatiku hampir lenyap. Mereka tak tahu badai apa yang kupendam sendiri Tak ada darah yang mengalir di kulit, namun jiwaku perlahan memudar, sakit. Apakah salah menjadi berbeda? Apakah sunyi ini harga dari tidak sempurna? Hanya aku dan Tuhan yang tahu betapa ia merajuk Aku ingin diterima, tanpa harus pura-pura bahagia. Berhentilah — karena kata bisa jadi senjata. Ulurkan tangan, bukan hinaan, karena dibalik mata yang menunduk, ada harapan kecil untuk dimaafkan… dan disayangi.   Isma, Bwi 02112025 #stopbuĺlying ===

Merindukan Pagi

Gambar
  Merindukan Pagi Oleh: Einsy Yustisia Angin malam berhembus dengan kencangnya Deru lalu lintas kota memekakkan telinga Langkah kaki tak lagi berdaya Air mata ambil alih tugasnya Konon katanya, ramah adalah budaya Nyatanya, erangan tak mampu hentikan derita Hingga pada akhirnya, Kupeluk sendiri luka yang menganga Malam ini masih kutanya mengapa Memori kelam seolah beradu di kepala Ingatan keji berbekas tak sirna Hati nurani memang tiada yang punya Pagiku yang dahulu jelita Bolehkah kurindu sekali saja? Banyuwangi, 2 November 2025 02.20 WIB #stopbullying

INI AKU, DAN AKAN KUUTARAKAN!

Gambar
  INI AKU, DAN AKAN KUUTARAKAN! Agift Akmal Maulana (1 Oktober 2025)   “..Perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri..” Kalimat itu, entah berapa kali kudengar terasa amat membara di dadaku. Memercikkan api yang selama ini kupendam. Rasa sakit yang tak pernah kukeluarkan. Ingin sekali ku keluarkan perasaan yang menumpuk di dadaku ini. Namun, entah berapa kali pula kalimat menggelegar itu ternyata dapat redup hanya dengan ucapan “ayolah, pinjami uangmu dulu!”. Ternyata rangkulan tangan serta nada tinggi mereka yang menakutiku. Pernah sekali kucoba melawan balik. Rangkulan tangan itu berubah menjadi cengkeraman di kerah leherku. Takut. Kenapa mereka memiliki banyak teman sedangkan aku tidak? Takut. Walau kudercakkan mulutku, kukepalkan tanganku, kukerutkan raut mukaku. Namun hanya mampu tersampaikan dalam beningnya cermin kamarku. “Pengecut! Mereka hanya pengecut!” Ucapku yang entah keberapa kali kubesitkan dalam hatiku walau belum mengubah apapun. Setiap s...

Damai yang Lestari

Gambar
  Damai yang Lestari Karya : Rizky Septiyani Karina, S.Pd. Jangan biarkan kata-kata beracun Menghancurkan jiwa yang lembut Setiap kata memiliki kekuatan Untuk membangun atau menghancurkan Kita semua berharga Jadikan empati sebagai jembatan hati Pupuk empati, mekarkan benih kasih Tebar kebaikan, buang semua sengketa Ulurkan tangan, bukan jari menghakimi Ganti deru cerca dengan nada syahdu Semua berharga Berhak berdiri teguh Mari tatap mata dengan jernih hati Hentikan perundungan Bangun solidaritas sejati Agar hidup penuh damai yang lestari Banyuwangi, 1 November 2025 #stopbullying

Mengapa Aku

Gambar
  “Mengapa Aku?” Karya: Putri Novia Wulandari, S.Pd. Apa yang salah pada diriku? Hingga tubuhku jadi sasaran mulut-mulut bacin dan berjiwa iblis itu ? Ejekan dan cemoohan adalah batu kecil yang mereka lempar tanpa berpikir tertumpuk, menggunung di dadaku menyesakkan napas menghancurkan seluruh darah, daging dan tulangku Mengapa aku? Mengapa memilih tubuhku? Mengapa mata-mata itu menatap seolah begitu jijik, kotor, dan hina Ku tatap cermin Ada sebuah wajah Bayangan yang terlihat begitu lemah yang bertanya tanpa terdengar jawabannya Dunia tidak adil ! mengapa aku ? mengapa aku ? Jika benar Kau sengaja buat takdirku seperti ini? bisakah Kau jelaskan,  mengapa harus aku? == #stopbullying

JANGAN LAGI MENYAKITI

Gambar
 JANGAN LAGI MENYAKITI* Karya : Aini Fitri, SE Mengapa harus menyakiti Walaupun hanya perkataan Namun sangat melukai hati Pernahkah kau berfikir  Akibat dari saling menyakiti Stop saling menyakiti Kita semua sama Kita adalah saudara  Jangan ada lagi bullying  Kamu tidaklah keren Kamu tidaklah hebat Saat menjadi pelaku bully  Jika kamu ingin menjadi hebat Jika kamu ingin menjadi keren Raihlah prestasi Jadilah juara Bukan menjadi pengecut Yang sok jagoan Hebat dan keren raih dengan kerja keras Raih dengan belajar  Bukan dengan otot yang tak berotak Jangan lagi menyakiti, sebab aku bukanlah  cermin untuk kau retakkan dengan kata 01 November 2025

Lawanlah dengan Gagah

Gambar
  Lawanlah dengan Gagah Karya : Kur Asriatun == Kerasnya suaramu memanggilku Membuat pekak telinga  Nadiku berdenyut kencang Keringat mengalir tanda gentar Kau tertawa menyakitkan Memaksaku memberimu uang  Aku ingin menolak tapi takut Aku ingin melawan namun kakiku goyah Bagaimana jika aku kalah Bagaimana jika kamu marah Namun pesan ibu membuatku gagah Bahwa penindasan harus dilawan Perundungan harus dihadapi dengan keberanian Bukan dengan ketakutan yang berlebihan Kini aku tak lari Tapi berbalik menghadapimu dengan berani Bukan karena sok kuat Tapi sebagai pengingat Jangan lemah dan lawanlah dengan gagah Agar perundungan musnah === Banyuwangi, 281025 #stopbullying