Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

MURUAH

Gambar
  Assalamualaikum, Jumpa lagi dengan puisi karya guru MTsN 1 Banyuwangi.. Selamat menikmati... == [ 17/12 18:50] (Hanik Setyowati)   'MURUAH' === Apa ini yang namanya zaman modern? Kebohongan dan kesombongan jadi bumbu kehidupan Zaman modern jadi alasan klasik Moral semakin hambar Sopan santun punah Ngeri dengan bumbu kehidupan Warna-warni pola kehidupan Yang ujung-ujungnya cuan Jabatan jadi kesempatan Cuan juga jadi acuan Kitab moral tak mampu menyangga Agama Pun tinggal simbol Ya Robbi bergeser ya loby Ya Allah kembalikan muruah sesungguhnya Aku masih yakin ya Rabb kehadiranMu Di setiap langkah kehidupan. Des 2022. Hanik === 31. ENGKAU DISANA AKU DISINI  SEBENARNYA TAK MENGAPA (Faiz Abadi)  *** Segenap perbedaan adalah keindahan Tentu saja bila saling menguatkan  Bukan hanya satu Lihatlah bersuku-suku bahkan berbangsa-bangsa Maka sebenarnya untuk saling mengenal Maka ciptakan perdamaian Bukanlah terus berperang Terus berselisih paham Pembenaran diri sendi...

Pantulan Rasa

Gambar
  Cerpen  Karya : Kur Asriatun  Pantulan Rasa (tamat) Banyuwangi,  9 Desember 2022 == Aku menerima bingkisan terbungkus kertas berwarna emas itu dengan ragu.  Aku tahu semua teman perawat di rumah sakit tempatku bekerja juga menerima bingkisan .Hanya punyaku yang berbeda warna pembungkusnya. Apakah itu berarti special? Entahlah!  "Aih,  bingkisan punya Nita beda euy! " kata Santi.  "Isinya paling sama. " Jawabku seolah tak peduli.  "Coba lihat?! " pinta Santi setengah memaksa.  "Wow.. Ini parfum impianku, harganya mahal lho, beruntung sekali kamu Nit! " Celoteh Santi membuat beberapa perawat lainnya berkerumun mendekatiku.  "Iya, parfum kita sama punya Nita sendiri yang beda! " Ucap yang lainnya menyetujui.  Aku hanya mengangkat bahu . "Bu Celsi memang baik hati ya? " ujar perawat lainnya.  Yah, bingkisan itu pemberian Celsi salah seorang pasien kaya yang pernah dirawat dirumah sakit tempatku dan Leon kekasihku bekerja....

SETELAH MUTLAK SEPAKAT TETAP TAK MUDAH

Gambar
  Assalamualaikum. wr. wb.  Berjumpa lagi dengan blog sastra keluarga besar  MTsN 1 Banyuwangl selamat menikmati....  SETELAH MUTLAK SEPAKAT TETAP TAK MUDAH Karya: Faiz Abadi === Ku tanya lesan Ku hampiri kaki, perut beserta segenap isi Tak hanya itu Segenap yang ada di dalam dada Semuanya telah sepakat Bahwa adanya karena tuhan semesta alam Sampai di dada bergetar Hingga tak terasa menjadi gemetar Memang Dia Yang Maha Benar Kemudian ku tengok leher merambah kepala Tak kuasa raga serasa tersungkur Hanya Dialah Yang Maha Besar Berat, awalnya terasa berat Barulah sepakat untuk untuk menyebut namaNya Ternyata ragaku tak sendiri Ada yang serupa dengan wajahku Yakni jiwa sendiri Lalu juga ku tanya Siapakah penciptanya Dengan mengangguk penuh rasa malu Tiadalah yang patut disembah selain Dia Ketakutan tiba-tiba hinggap Raga dan jiwa sama-sama bersujud Mutlak sepakat tak ingin melupakan asalnya Namun sejujurnya masih ada pemberontak Sewaktu-waktu bisa menyergap Ku tanya Mut...