Hilang Bersama Gerimis
Hilang Bersama Gerimis
Kur Asri
Banyuwangi, 21 Desember 2020
===
Nenek berpayung itu kembali ada disana. Berdiri diiringi rinai gerimis bulan Desember. Selalu tepat waktu bersamaan dengan saat aku selesai memberi les piano pada Sika gadis cilik putri teman anakku. Nenek itu perlahan mendekatiku dan tersenyum malu malu,matanya berbinar penuh bintang bak bertemu pujaan hati. Aku hanya tersenyum dan mengangguk seperti biasa. Dilihat dari cara berpakaiannya, Si nenek pastilah orang kaya. Tidak heran, karena rumah Sika memang terletak di perumahan mewah tengah kota.
Malam semakin kelam dan berkabut. Gerimis belum juga usai. Telah lebih dari dua minggu aku tak melihat si nenek yang biasanya datang menunggu dan menyapaku. Berbagai tanya mengisi benakku. Sakitkah? Atau bahkan telah berpulang? Entah lah tetiba hatiku merasa kehilangan.
Malam ini adalah bulan kelima dari saat terakhir bertemu Nenek berpayung.Seorang gadis menghadang langkahku. Gadis itu memegang payung yang sama. Gerimis Juni membersamai pertemuan kami. Tangan itu terulur pada ku.Sebuah surat merah jambu kuterima."Dari Nenek Saya,"Ucap gadis itu dengan wajah sedih. "Dimana Dia? "Tanyaku saat gadis tersebut hendak berlalu. "Telah wafat lima bulan yang lalu, "ucapnya muram.Surat itu berisi permohonan Sang Nenek agar aku bersedia menjadi cucu menantunya. Kutatap gadis di depanku dengan hati berkecamuk.Antara sedih dan patah hati karena dia yang kurindu telah pergi.

Komentar
Posting Komentar