Hujan dan Kerinduan
Hujan dan Kerinduan
Herny
====
Ketika hujanpun menyambut
Ku tatap langit yang tak lagi tersenyum
Dengan hamparan selimut abumu
Kerudungi segala pandangan mata
Dinginnya angin menerpa raga
Meliuk-liukan bayangan pepohonan
Air sucipun turun menguyur jagat
Tak terkecuali tanah keramatku
Kupandang tanah yang masih merah
Bekas galian bernisan
pun harus rela basah bersama rerumputan
mulailah birahiku meratap-ratap
“Maafkan aku, Ibu! Kau harus terguyur hujan disana”
“Begitu kedinginan dirimu”
Guyuran air mata turut menyumbang pilu
Tenanglah raga berselimut takwa
Di sini aku tak akan diam
Meskipun diri ini pendosa
Ketika hujanpun menyambut
Setia kupersembahkan
beribu payung-payung doa
di setiap sujud dan tafakurku
Tuk penghantar tidurmu di sepanjang masa
Niel, 15-12-2020

Komentar
Posting Komentar