Mengunjungi Emak

 


Mengunjungi Emak

Kur Asri

Banyuwangi, 17 Desember 2020

===

Manusia hidup di dunia tidaklah bisa sendiri,semuanya perlu interaksi dengan sekitarnya.Tak ada seorangpun yang bisa menyangkal akan hal tersebut.Vi ingin mengunjungi emak yang pernah merawatnya saat kecil dulu.Meski bukan yang melahirkannya namun Emak Memiliki andil besar pada karakter yang dimilikinya sekarang yaitu sikap tidak mudah menyerah, hemat dan pekerja keras.Saat menelpon kemarin Emak bercerita jika dia telah menikah lagi dengan seorang duda dan teman masa kecilnya. Maklum sudah lebih dari sepuluh tahun emak menjanda, dan Vi memakluminya. 


Dari terminal bus ke rumah Emak berjarak lima belas kilometer.Turun dari bus, Vi menyeret travel bag miliknya dengan susah payah. Seorang tukang becak menghampiri dan menawarkan tumpangan. "Berapa, Bang? "Tanya Vi setelah menyebutkan alamat Emak sambil terus berjalan. Abang becak menyebutkan harga yang membuat Vi terkaget kaget bahkan hampir pingsan.Segera Vi menggeleng dan terus berjalan.Mungkin Si tukang becak menganggap dirinya orang kaya sehingga harga yang di sebutkan tidak lumrah.Si tukang becak terus mengikuti langkah Vi dan memintanya untuk menawar. Vi tetap enggan dan menggeleng. Masjid dekat rumah Emak telah terlihat kubahnya. Sebentar lagi Vi sampai dirumah Emak.


"Emak… !"Panggil Vi keras. Emak muncul dari dalam rumah sederhana itu."Vi… "!Panggil Emak dengan gembira dan memeluk gadis belia tersebut. Segera Emak mengajak Vi masuk kerumah dan melongok kebelakang Vi. Emak menyapa Abang tukang becak yang masih mengikutinya   dengan sebutan Akang. Tentu saja Vi kaget karena ternyata tukang becak itu suami Emak yang baru. 


(#Pentigraf)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN LAGI MENYAKITI

Damai yang Lestari

Cinta Perdamaian