Ibu dan Kakak

 


Ibu dan Kakak

Kur Asri

Banyuwangi, 10 Januari 2021

===

Si terlihat menangis lagi. Rambutnya yang dikepang tampak beberapa helai keluar dari anyamannya. Si bercerita kepada ibu kalau tadi Sas saudara perempuannya kembali mengacuhkan dirinya.Kesedihan  Si sebenarnya bentuk dari rasa kecewa karena Sas jauh lebih cantik dari dirinya. Ibu bilang itu karena Sas telah dewasa, sepuluh tahun lagi Si tentu akan jauh lebih cantik dan mempesona. Kata hiburan dari ibu sedikit mengobati rasa kecewa di hati Si. 


Kebencian Sas terhadap dirinya memang Si rasakan. Sering tanpa alasan Sas tetiba mendorong Si dengan keras. Meski baru berumur tujuh tahun namun Si merasakan hal itu.Entah mengapa Si selalu ingin dekat dengan Sas, ingin bermain dan ngobrol bersama Sas meski Sas selalu mengacuhkannya. Ibu bilang Sas begitu karena sibuk, banyak tugas dari kantor yang harus Sas kerjakan sehingga tak dapat menemaninya.Si merasa iri pada kawan sebayanya  yang juga memiliki kakak perempuan seperti dirinya.Mereka kompak dan selalu bersama.Sedangkan Dia dan Sas tidak demikian. 


Rahasia itu akhirnya terungkap. Sas mengacuhkan Si bukan karena sibuk tetapi karena Sas membencinya. Alasan kebencian Sas karena Si sebenarnya adalah anaknya bukan adiknya. Anak yang tak pernah Sas harapkan, akibat dari salah pergaulan.Semua itu Si dengar dari perdebatan ibunya dengan Sas. Bulir hangat menyentuh pipi Si. Sungguh dirinya tak menduga kenyataan tersebut jika ternyata yang dia panggil ibu adalah neneknya. Dan yang dia panggil kakak adalah ibunya. 


#pentigraf

#kreasri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN LAGI MENYAKITI

Damai yang Lestari

Cinta Perdamaian