Saat Beton-Beton Datang
Saat Beton-Beton Datang
Banyuwangi, 17 Januari 2021
===
Mata Mbah Sur menerawang menatap bunga kertas yang tumbuh liar di halaman rumahnya. Rumah yang telah lapuk dimakan usia dan menjadi saksi jatuh bangun kehidupannya. Sebagai pensiunan tentara Mbah Sur sangat patuh terhadap aturan birokrasi.Baginya jiwa dan raga rela di berikan untuk negeri. Hal itulah yang menjadikan Mbah Sur sangat disegani oleh penduduk kampungnya.
Hari ini Mbah Sur kedatangan beberapa orang dari pemerintahan yang mengatakan jika sawah yang dimilikinya terletak di area pembebasan lahan untuk pelebaran jalan provinsi. Sebuah proyek yang akan melancarkan arus transportasi yang berimbas pada kemakmuran penduduk di kampungnya.Padahal sawah itu adalah satu satunya harta berharga yang beliau miliki. Namun dengan enteng Mbah Sur menyetujui tanpa berbelit belit. Jika menyangkut kemakmuran bangsa dan negara, berkorban apapun dia rela.
Proses alih kuasa tanah telah dilakukan secara administrasi.Lama kemudian ganti rugi baru bisa diterima Mbah Sur itu pun dengan potongan sana sini. Lelaki tua itu tetap menerima dengan lapang dada.Tak hendak dirinya ikut berdemonstrasi. Bahkan Mbah Sur menjadi orang terdepan yang menolak demonstrasi itu dengan alasan dapat mengganggu ketentraman dan stabilitas negara. Negara yang dicintainya dengan sepenuh jiwa raga. Hanya satu yang membuat hatinya berdarah saat beton beton datang mengurung tanah itu bukan untuk pelebaran jalan tetapi untuk pembangunan apartemen mewah.
#pentigraf

Komentar
Posting Komentar