Jiwa Yang Rapuh

 


JIWA YANG RAPUH 

Karya Inayati Robbaniyah,SP.d

MTsN 1 Banyuwangi

===

Ya Robby ……..

Saat ini ku bersujud , bersimpuh bentangan sajadah di sudut ruang tempat bermunajat 

Dengan suara pelan dan hampr tak bisa didengan oleh sosok lain selain diri ini 

Namun suara itu tetap didengar oleh Tuhan semesta pemilik jagad raya 


Ya Robby ……….

Ampunkan hamba disepanjang perjalanan menuju kejalanMu 

Banyak hal yang tak dapat \kumengerti tetapi tetap saja berjalan walau tertatih –tatih 

Jika saja hamba boleh berkata , kami sudah lelah untuk tetap meniti jalan panjang ini


Ya Robby ……….

Dalam diam hamba mengingat terlalu banyak nikmat yang sudah terkaruniakan untuk hamba

Akan tetapi , mengapa hamba tidak menyadarinya sedemikian rupa 

Tetapi tetap meratap dan merintih terkadang juga menghujat tidak jelas 


Ya Robby………….

Jika prilaku ini tidak seperti apa yang Engkau harapkan 

Ampuni hamba Tuhan dari kerapuahan ini semata- mata hanya ke egoisan insan biasa 

Kami akan ikhlas kan dan berserah diri untuk tetap mengharap ridlomu.

====

PROFILE


INAYATI ROBBANIYAH S.Pd, yang akrap nya Bu INA lahir di kota Banyuwangi pada 07 Januari 1971 menyelesaikan pendidikan menengahnya di PGAN JEMBER tahun 1990, yang kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Sarjana Pendidikan pada tahun 2000 di IKIP PGRI Banyuwangi


Riwayat pekerjaannya dimulai sebagai GTT di MTsN 1 Banyuwangi. Pada tahun 1992 diangkat sebagai PNS dan bertugas di MTsN 12 Kabupaten Banyuwagi, Pada tahun 2005 , mutasi ke MTsN1 Banyuwangi pada Tahun 2013 dan bertugas sampai sekarang.


Puisi ini melukiskan sebuah kerapuhan jiwa yang dalam kehidupan sehari – hari penulis karena ujian ekonomi yang belum bisa terpecahkan dan tetap menjalaninya dengan sekuat jiwa raga nya walau dengan tertatih – tatih 


Bait demi bait mengisahkan tentang permohonan ampunan , dan optimisme akan masa depan yang gemilang. Layaknya jalan tanpa onak dan duri semulus jalan TOL





Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN LAGI MENYAKITI

Damai yang Lestari

Cinta Perdamaian