Syukur Tanpa Pamrih

 


Syukur Tanpa Pamrih

Karya: Inun Fitriyani

MTsN 1 Banyuwangi

=====

Terpaku disini sudah ketiga kalinya di tempat berbeda dengan antrian berbeda

Meniti menyentuh tapak surgawi

Disini,,, 

Masih tetap disini

Dalam bimbang antara tugas dan dharma

Hampir tiga jam,,,

Kuperhatikan sorot mata dalam kecemasan

Kosong menatap jauh kedepan

Meluluh lantakkan urat persendian


Mata menyaksikan lalu lalang manusia

Riuh terdengar hampir di semua sudut ruang

Panggilan antrian sahut menyahut

Satu persatu merekapun mendekati sumber panggilan


Nampak di sudut sana seorang tua renta, lelah menunggu panggilan antrian

Tubuhnya yang sudah tak bisa berdiri tegak lagi

Kulitnya pun nampak sudah tak muda lagi

Mengingatkan satu masa yang telah tertinggal 

Menyisakan sebongkah kenangan

Seakan menghentikan aliran kapiler di persimpangan

Yang menyesakkan dada


Hayalku menerawang jauh

Nyanyian syukur kulafalkan, seirama tarikan nafas

Nikmat yang tak tergantikan

Lelah yang tak seberapa nilainya

Kesusahan yang tak seberapa harganya, tak bisa dibandingkan 


Ketika saat itu tiba

Semua tak berarti apapun 

Seberapa banyak uang dihasilkan 

Seberapa banyak harta dikumpulkan 

Seberapa banyak saudara dibanggakan

Seberapa banyak prestasi didapatkan 

Seberapa banyak pujian dihiraukan


Lihatlah…

Hanya bisa duduk di kursi roda 

Lihatlah…

Hanya bisa tergeletak diatas kasur dorong 

Dengan bantuan tangan lain menggerakkannya


Renungkanlah…


Nikmat mana yang kau dustakan

Sehat yang kau rasakan

Oksigen yang saat ini mengalir Mengisi ruang nadi di sekujur

Memanaskan setiap sel penyusun tubuhmu

Menggerakkan setiap sendi penyatu tulang belulangmu

Pantaskah kau abaikan

Hanya sepenggal kata ungkapan Syukur Tanpa Pamrih


Tak satupun tahu yang akan terjadi 

Berharap dan berdoa terbaik mengiring setiap langkah

Ikhtiar dan ikhlas menerima kodrat dan irodat-NYA


RSUD Bwi, 18 Maret 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN LAGI MENYAKITI

Damai yang Lestari

Cinta Perdamaian