Redum Renjana

 


#Redum Renjana#

Karya Putri Novia Wulandari

Guru MTsN 1 Banyuwangi

==/=

Di ujung jingga sepasang mata mencerna kata-kata

Panasnya rawi melucuti rasa dan menyeka air mata

Sesibir jemari tertinggal di padang ilalang membawa sekerat cerita menemui pulang 


Andai saja ia bisa mengambil merah pada senja

Atau hitam pada malam

Mungkin bintang lupa tertawa

Dan bulan tak pernah lagi mampu bersua


Ditarik kakinya menuju kereta

Roda-rodanya memutar wajah meninggalkan separuh nama yang enggan pergi meski dipaksa

Tubuhnya dipeluk luka. Terasa hangat meski tersayat dimana-mana

Sepotong makna telah disimpan dalam saku celana

yang membawanya pergi ke negeri tanpa suara


2024

#Daun-daun Tuhan#

Karya Putri Novia Wulandari


Lihatlah daun baring di atas pasir

Lalu melayang disapu angin

Telungkup di antara kerikil

Rela terbuang dan sepi


Bersaksilah daun

Kau tak pernah pongah

Hidup hanya untuk gugur

Tumbuh hanya untuk jatuh

Mengabdi pada angin

Pasrah pada debu


Hanyalah selembar daun dalam pengawasan Tuhan

Tak pernah mengkhianati kesejukan

Berjanji pada kayu setelah hujan


2024

#Kehilangan kata-kata#

Karya Putri Novia Wulandari


Dalam kidung ayat-ayat yang ia lantunkan

Menyibak cara bertemu kata-kata pada derit suara batin

Ada satu hal yang ingin menyeruak 

Ada lagi yang ingin meredam dendam 


Sukma telah kosong, lebur menjadi abu

Ada keyakinan yang menanti 

tak pernah mati


Dalam sajadah panjangnya tak terukur

Sujudku tersungkur

Leher tak mampu lagi menopang aliran-aliran darah yg hendak bermuara

Lantunan kidung kembali menggema

Menyibak cara bertemu kata-kata

Pada tanah yang masih ia percaya


2024

#Untuk Wanita yang Bernama Malaala#

Karya: Putri N. Wulandari


Kau berdiri tanpa nyawa

Mati di antara hunjaman-hunjaman tirani

Sembunyi di balik omong kosong

Pelan-pelan menggerogoti dan merongrong


Helai rambutmu terurai panjang dan terbang

Ingin terhempas dari tempurung kehormatan yang menjijikkan


Kekasihmu datang 

berharap ia mampu mengentaskan

dari jurang kebohongan

Namun riuh suara hati mencaci maki

"Dia tidak mengerti.

Biarlah kamboja-kamboja ini yang mengganti"


Kau menangis dalam topeng semu

Kau sampaikan kebencian pada kekasihmu

Berharap ia tak lagi menunggu

Kau titipkan pada semesta pesan rindu

Yang kau sisipkan di antara celah-celah batu


2024

#Hujan Pagi Ini#

Karya Putri Novia Wulandari


Air langit masih enggan pamit

Masih menghabiskan rindu pada daun, tanah, genting, dan semua yang di bumi

Sabar, kerinduannya membuncah hingga bikin susah

Banjir di mana-mana

Perkara rindu tak mau dipisah

Aktivitas henti sejenak

Berlindung di balik pintu memang hal yang terenak

Cepat tengadahkan tangan

Lantunkan kidung-kidung harapan

Karena ribuan malaikat datang

Menadah doa dari para wayang

Untuk disampaikan kepada Sang Dalang


2024

===



Profile

Putri Novia Wulandari, S.Pd. Seorang guru Bahasa Indonesia di MTSN 1 Banyuwangi. Biasa dipanggil Bu Putri. Hobi membaca dan kulineran. Suka menulis di kala galau dan penikmat musik di kala senggang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN LAGI MENYAKITI

Damai yang Lestari

Cinta Perdamaian