SEONGGOK TANAH

 


SEONGGOK TANAH

Karya Putri Novia Wulandari


Manusia tercipta dari seonggok tanah

Mengalir darah  dan berdenyut jantung tatkala Ia meniupkan ruhnya

Lahir ke dunia tanpa meminta

Membuka mata dan terbentang indah alam seisinya

Entah, mungkin mereka belum mengerti siapa yang mencipta

Lalu tumbuh, berkembang, dan menua

Barulah mereka mengenal siapa Tuhannya

Ternyata Yang Agung tidaklah sama

Cara berdoa dan kiblatnya pun berbeda

Dalam pelukan malam, ia bertanya

Lantas Tuhan mana yang meniupkan ruhku kala itu?

Apakah Ia lah yang ku sembah saat ini?


Semakin beranjak dewasa ternyata ragam manusia bak pelangi selepas hujan

Bersatu elok di antara mendung kelabu

Takjub, berbeda warna tetap harmonis menjadi penghias langit

Perjalanannya mungkin sama

Tapi, apakah tujuan mereka pun sama neraka dan surga?

Ataukah berbeda bentuk dan tempatnya?


Damai yang kurasakan hari ini, seharusnya damai yang mereka rasakan juga

Berbeda cara berdoa dan arah kiblatnya

Tapi kita sama 

Manusia yang tercipta dari seonggok tanah


Banyuwangi, 08 Juli 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN LAGI MENYAKITI

Damai yang Lestari

Cinta Perdamaian