INI AKU, DAN AKAN KUUTARAKAN!

 


INI AKU, DAN AKAN KUUTARAKAN!

Agift Akmal Maulana

(1 Oktober 2025)

 

“..Perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri..”

Kalimat itu, entah berapa kali kudengar terasa amat membara di dadaku. Memercikkan api yang selama ini kupendam. Rasa sakit yang tak pernah kukeluarkan. Ingin sekali ku keluarkan perasaan yang menumpuk di dadaku ini.

Namun, entah berapa kali pula kalimat menggelegar itu ternyata dapat redup hanya dengan ucapan “ayolah, pinjami uangmu dulu!”.

Ternyata rangkulan tangan serta nada tinggi mereka yang menakutiku. Pernah sekali kucoba melawan balik. Rangkulan tangan itu berubah menjadi cengkeraman di kerah leherku. Takut. Kenapa mereka memiliki banyak teman sedangkan aku tidak?

Takut.

Walau kudercakkan mulutku, kukepalkan tanganku, kukerutkan raut mukaku. Namun hanya mampu tersampaikan dalam beningnya cermin kamarku.

“Pengecut! Mereka hanya pengecut!”

Ucapku yang entah keberapa kali kubesitkan dalam hatiku walau belum mengubah apapun.

Setiap saat kutemui momen itu kembali. Merinding akan takut dan cucuran keringat membuat beku tubuhku. Tak tahan. Inginku jadi berani.

Lelahku menahan hingga ku pun berandai akan datangnya pahlawan keadilan tuk adili semua masalahku.

“Apa menunggu adalah caraku?”

Ku tak tahu darimana kata itu muncul terbesit di hati gundahku. Namun entah kenapa kalimat itu yang senantiasa kutunggu dalam terpuruknya hatiku.

Jadilah berani. Walau hanya sekali saja, jadilah berani.

Kalau mereka adalah pengecut, lantas jadi apakah kita yang dirundung para pengecut itu?

Tak terbendung lagi, ku akan suarakan hatiku sekali lagi. Walaupun dalam beribu dalam penyesalan dan percobaan, setidaknya sekali saja pintaku ini akan kuutarakan.

“BERHENTILAH KALIAN WAHAI PERUNDUNG RENDAHAN!”

===

#stopbuĺlying


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN LAGI MENYAKITI

Damai yang Lestari

Cinta Perdamaian