Jembatan Hati dan Ikrar Berani
Jembatan Hati dan Ikrar Berani
Karya Inayati Robbaniyah,S.Pd
Bukan hanya mengutuk, saat luka terhampar,
Kita harus bertindak, saat benih benci mekar.
Pencegahan adalah janji, bukan sekadar kata,
Membangun benteng kasih di setiap jendela.
Sekolah, bukan arena, bukan tempat berlaga,
Namun taman ilmu yang harusnya tanpa naga.
Guru, jadilah mata, waspada dan peka,
Ciptakan ruang aman, tanpa rasa curiga.
Tulis aturan emas, bukan di dinding batu,
Tapi di hati setiap siswa, setiap waktu.
Bahwa perbedaan itu indah, bukan celaan,
Ajar anak kita makna penghargaan
Jika kau lihat tangan diangkat, atau kata menusuk,
Jangan diam mematung, jangan biarkan ia terpuruk.
Jadilah pelapor, jadilah saksi yang berani,
Memutus rantai kejahatan yang tersembunyi.
Katakan "Tidak!" pada perundungan yang keji,
Suara satu orang bisa mengubah tragedi.
Bela yang lemah, rangkul yang terasing,
Sebab keadilan tegak karena kita saling melindungi.
Orang tua, tanamkan empati sejak dini,
Ajarkan anak melihat dengan mata hati.
Bagaimana rasanya diolok, ditinggalkan sendiri?
Jadikan rumah benteng dari segala benci.
Pahami alasan si pelaku berbuat kejam,
Bisa jadi ia sendiri di dalam kegelapan.
Bimbing dan didik, bukan hanya menghukum berat,
Sebab akar masalah butuh kasih yang ku
Mari kita bangun Jembatan Hati,
kokoh terikat, Dari saling menghormati, bukan dari rasa takut.
Jadikan persaudaraan panji yang kita junjung,
Dari Sabang hingga Merauke, dari ujung ke ujung.
Tak ada tempat untuk penindasan,
Kita semua pelindung bagi setiap harapan.
Mari sebarkan kebaikan, hapuskan air mata,
Jadikan dunia tempat yang layak untuk semua
===
Nini.
Banyuwangi , 2 Nopember 2025
#stopbullying

Komentar
Posting Komentar