HENTIKAN PEMBUNUH SENYAP
HENTIKAN PEMBUNUH SENYAP
Karya: Sulistyowati
Di halaman sekolah yang ramai setiap pagi
kutemukan cahaya kecil pada wajah-wajah yang datang.
Senyuman manis menghiasi wajah mereka, meruntuhkan tembok-tembok dingin
yang dibangun oleh rasa takut akibat perundungan.
Sapamu yang lembut, menyentuh hati tanpa harus menyentuh tangan.
Dan kamua berkata: “Aku melihatmu, aku menghargaimu.”
Diantara ransel di bahu dan langkah tergesa, sapamu itu menjadi jalan,
Jembatan jiwa-jiwa muda yang sedang tumbuh.
Salammu yang tulus,
menebarkan kehangatan seperti matahari pagi ini.
Hanya satu kata, tapi mampu meluruhkan kesombongan jiwa
yang kadang bersarang di sudut kelas.
Dan perilakumu yang santun,
adalah pakaian terbaik yang bisa kalian kenakan setiap hari.
Ia tidak ada di pasar tidak diperjual belikan, tidak pula berat,
tapi menjadikan siapa saja terasa aman damai berada di dekatmu.
Dan di madrasah kita, jangan beri tempat perundungan
Karena senyum menjadi budaya, sapa menjadi kebiasaan,
salam menjadi kebersamaan, dan santun menjadi kekuatan
Dalam setiap sikap agar tetap berakhlak
Mari kita hentikan pembunuh senyap
Dengan kebaikan kecil walau tak terlihat
Sebab dunia sekolah haruslah tetap indah,
Karena di sana ada jiwa yang akan berubah
Mari budayakan bahwa setiap langkah
Akan dimulai dengan senyum, sapa, salam, dan hati yang santun.
Agar perundungan segera berakhir,
Suara bebas perundungan kita lantang terukir
Banyuwangi, 23 Nofember 2025
Sulistyowati

Komentar
Posting Komentar