Cerita di Balik Gerbang Dua Bahasa
Cerita di Balik Gerbang Dua Bahasa Karya : Inun Fitriyani, S.Pd,M.Si Matahari baru saja mengintip di ufuk timur, seperti biasa bu Sonia sudah berdiri tegak di samping gerbang utama Sekolah Menengah Pertiwi. Di tangannya terdapat papan kecil bertuliskan “English Day”. Hari ini adalah jadwal bahasa Inggris. Aturannya sederhana dan sudah berjalan dua tahun: setiap siswa yang masuk gerbang wajib menyapa guru piket menggunakan bahasa hari itu. "Good morning, Mrs. Sonia. How are you?" sapa Najwa, siswi kelas IX, dengan senyum mengembang. "Good morning, Najwa. I am fine, thank you. Excellent!" balas Bu Sonia ramah. Pembiasaan ini berjalan lancar untuk mayoritas siswa. Namun, hari itu pandangan Bu Sonia langsung tertuju pada seorang siswa laki-laki yang berjalan lambat di belakang kerumunan. Seragamnya sedikit kusut, ranselnya hanya dicangklongkan di satu bahu, dan wajahnya ditekuk dalam-dalam. Fahri. Dia adalah tantangan terbesar program ini. Setiap kali tiba giliran har...