Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

LENTERA DI UJUNG PENGABDIAN

Gambar
  LENTERA DI UJUNG PENGABDIAN Oleh: Hanik Setyowati, S.Pd.,M.M Pagi itu, suara azan Subuh baru saja selesai berkumandang. Langit masih gelap, tetapi di sebuah rumah sederhana di pinggir kota, Bu Kinah bersiap dengan mukena dan tas kerjanya. Sudah lebih dari tiga puluh tahun ia menjalani rutinitas yang sama: bangun sebelum fajar, menunaikan salat, menyiapkan keperluan keluarga, lalu berangkat menuju madrasah yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Madrasah itu bukan sekadar tempat bekerja baginya. Di sanalah ia menemukan arti pengabdian. Ketika pertama kali menjadi guru, usianya masih sangat muda. Dengan pakaian sederhana dan semangat yang menggebu, ia memasuki kelas pertamanya. Murid-murid memandangnya dengan rasa ingin tahu. “Assalamu'alaikum, anak-anak.” “Wa'alaikumussalam, Bu Guru!” Senyum anak-anak hari itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tahun demi tahun berlalu, Bu Kinah bukan hanya mengajarkan pelajaran. Ia mengajarkan k...

Sang Violinis

Gambar
  Sang Violinis Karya Putri Novia Wulandari, S.Pd. Di dalam studio musik Universitas Sanata Dharma, denyut nadi Shella berdetak tak beraturan. Sore itu, di tengah persiapan proyek kolaborasi antara paduan suara mahasiswa Universitas Sanata Dharma dengan kelompok orkestra Universitas Negeri Yogyakarta, pandangan Shella terpaku pada satu sosok di barisan pemusik. Di sana, seorang pemain biola duduk memegang instrumennya dengan penuh penghayatan. Tubuhnya tinggi sedikit kurus, rambutnya gondrong dikuncir rapi ke belakang, dan wajahnya dibingkai sepasang kacamata yang memantulkan lampu panggung. Selama sesi latihan berlangsung, mata Shella seolah tersandera oleh sosok tersebut dalam menarik gesekan busur biola. Baru kali ini dalam hidupnya, Shella merasakan kekaguman yang begitu mendalam sejak detik pertama pandangan bersirobok, membuat dadanya bergemuruh tanpa henti. Selama ia bernyanyi, matanya tidak terlepas dari sosok tersebut. Begitu piwai tangannya menggesek senar-senar biola dan...