LENTERA DI UJUNG PENGABDIAN
LENTERA DI UJUNG PENGABDIAN Oleh: Hanik Setyowati, S.Pd.,M.M Pagi itu, suara azan Subuh baru saja selesai berkumandang. Langit masih gelap, tetapi di sebuah rumah sederhana di pinggir kota, Bu Kinah bersiap dengan mukena dan tas kerjanya. Sudah lebih dari tiga puluh tahun ia menjalani rutinitas yang sama: bangun sebelum fajar, menunaikan salat, menyiapkan keperluan keluarga, lalu berangkat menuju madrasah yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Madrasah itu bukan sekadar tempat bekerja baginya. Di sanalah ia menemukan arti pengabdian. Ketika pertama kali menjadi guru, usianya masih sangat muda. Dengan pakaian sederhana dan semangat yang menggebu, ia memasuki kelas pertamanya. Murid-murid memandangnya dengan rasa ingin tahu. “Assalamu'alaikum, anak-anak.” “Wa'alaikumussalam, Bu Guru!” Senyum anak-anak hari itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tahun demi tahun berlalu, Bu Kinah bukan hanya mengajarkan pelajaran. Ia mengajarkan k...