Suara yang Terluka



 Suara yang Terluka

Nama Pengarang: Dra. B. Pujiastutik


Ada tawa di sudut kelas,

namun bukan tawa yang ikhlas.

Seseorang menunduk diam,

menyembunyikan perih yang dalam.


Kau kira lelucon itu ringan,

padahal hatinya perlahan hilang.

Setiap ejekan yang kau lontarkan,

jadi luka yang sulit dihapuskan.


Pernahkah kau dengar tangisnya malam hari?

Pernahkah kau tahu hatinya sepi?

Ia hanya ingin diterima,

bukan dijauhi karena berbeda.


Mari jadi teman yang menguatkan,

bukan yang membuat hati tertinggal kesedihan.

Ucapkan kata yang menenangkan,

karena kebaikan selalu menumbuhkan harapan.


Berhentilah menilai dari rupa,

karena setiap jiwa punya makna.

Jangan biarkan lidah melukai,

jadilah suara yang meneduhkan hati.


Bullying bukan tanda kuat,

tapi tanda hati yang tersesat.

Mari bersama hentikan derita,

karena semua berhak bahagia.

===

Banyuwangi, 08 November 2025


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Kata, Jejak Luka

Tiba-tiba

Sang Violinis