BELIMBING WULUH

 


BELIMBING  WULUH

Kur Asriatun

Banyuwangi, 30 Desember  2020

===


Semua orang di kampung menyebut Ali orang yang kikir. Tahu kan apa itu artinya? Kapsul pecah, brotowali, pelit adalah nama lainnya. Tetapi Ali hanya santai saja menerima julukan tersebut. Haruskah kedermawanan seseorang diperlihatkan pada khalayak ramai?jika iya itu namanya riya' atau pamer.Menurut Ali keikhlasan berbuat baik tanpa diketahui orang lain itu sangat penting. Agar kedermawanan yang kita kerjakan tidak rusak. Berbuat baik hanya karena Alloh, itu yang sangat sulit dilakukan orang di masa ini 

"Pak Ali minta belimbing wuluhnya,ya?" Tanya Bu Nita sambil membawa kresek kecil untuk wadah belimbing. 

Ali hanya diam dan menunjuk tulisan di yang terikat di pohon belimbing. Melihat itu Bu Nita tersenyum kecut dan mengatakan jika lupa membawa uang. 

Ali menggeleng mendengar alasan Bu Nita dan menolak untuk memberikan belimbingnya. 

Tulisan yang terikat di pohon itu berbunyi " lima buah belimbing seribu rupiah berlaku kelipatannya".

Atas sikap Ali tersebut  Bu Nita bergegas pulang dan ngomel sepanjang jalan dan mengatakan kata kata yang tidak enak di telinga. Ali hanya diam dan menghela napas. Baginya tak penting persepsi orang terhadap apa yang diyakininya. 


Pagi itu Ali berangkat ke pasar untuk berdagang.Menurutnya pekerjaan itu adalah yang terbaik setelah dirinya terkena pengurangan pegawai di kantor tempatnya bekerja. Berdagang menguji seseorang untuk jujur dan pekerjaan halal yang dicontohkan oleh rasulullah.Sebagai perjaka yang telah lewat usia,menghabiskan sisa hari dengan berdagang dan berkebun turut mengobati rasa sepi di hatinya. Dan juga dapat membantu menyambung hidupnya bersama Ayah yang telah pikun dan renta.

Sepulang dari pasar di dapatinya Ayah pingsan di ruang tamu. Panik yang dirasakan Ali.Segera dia memanggil Yu Nah sepupu yang juga tetangganya. Bergegas mereka dibantu suami Yu Nah memindahkan Ayah ke kamarnya. Sesaat kemudian terdengar Ayah Ali sadar dan bernapas lemah. Ali paham mungkin ini saat saat ajal menjemput Ayah. Ada kesedihan yang membuncah di dada Ali karena masih belum dapat membahagiakan Ayah di ujung usianya. 

Ayah tersenyum menatap Ali dan bibirnya bergerak pelan mengucap Asma Alloh diiringi dengkur di tenggorokan.Ayah menutup mata dalam damai. Seandainya Ali tak ingat jika dia lelaki dewasa ingin dirinya berteriak dan menangis keras untuk mengungkapkan duka terdalamnya. Namun hanya airmata yang menitik di sudut matanya seraya menggenggam tangan Ayah. 

"Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, "ucap Ali berusaha tegar. 

Pemakaman berlangsung khidmat meski sempat pihak puskesmas desa menanyai Ali terkait wafatnya ayah.Mereka khawatir akan virus mematikan yang semakin menelan banyak korban. Hati Ali agak kecewa saat awal pemakaman tak ada tetangga yang datang agak lama kemudian baru beberapa orang hadir. Terdengar jika penduduk kampung Ali enggan merawat jenazah karena kekikiran Ali. Lelaki setengah baya itu bertanya tanya, tidakkah mereka tahu jika merawat jenazah itu hukumnya fardlu kifayah?Di mana seluruh desa akan menanggung dosa jika tidak ada orang yang mewakili merawat jenazah. 

Hari hari berikutnya  pohon pohon di kebun Ali termasuk  belimbing wuluh telah berganti tulisan. "Silakan meminta dan mengambil sekedarnya, jangan lupa isi kaleng ini untuk infaq musholla An Nur."

Kenyataan bahwa semua hasil penjualan hasil kebun Ali diperuntukkan untuk kemakmuran musholla menjadi viral di kampungnya. Ternyata di balik kekikiran Ali selama ini ada hal baik yang sengaja disembunyikannya. 

Sebagian penduduk kampung merasa menyesal telah berprasangka buruk kepada Ali. Sebagian lagi menuding Ali hanya ingin pencitraan karena ada yang dikejar Ali. Ya… Alya perawan yang juga telah matang usia akan dipinangnya.

Namun Ali tak terpengaruh dengan opini yang berkembang di masyarakat. Keyakinannya untuk berkeluarga disampaikannya pada keluarga Alya dan diterima baik oleh mereka. Pernikahan berlangsung secara sederhana.Bagi Ali tidak akan tentram hidup seseorang selama terus khawatir terhadap opini orang lain. Biarlah mereka mengatakan apa saja yang penting niat baik terus dilakukan dengan ikhlas karena Alloh semata.Biarlah belimbing wuluh tetap berbuah dan mengalirkan pahala pada mereka yang mengambil dan bersedekah karenanya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Kata, Jejak Luka

Tiba-tiba

Sang Violinis