Terimakasih Guru

 


Assalamualaikum. Wr. Wb

Berjumpa lagi dengan Blog Sastra Pendidik MTsN 1 Banyudalam rangka Hari Guru Nasional.

Selamat Menikmati....

===


24.

 ASA SEORANG GURU

Karya : Sulistyowati


Ada yang tersisa di sini

Di dasar hati ini

Asa yang menjulang

Ingin kau tumbuh gemilang

Tak mudah bagiku

Untuk menuju titik itu

Beraneka rupa dan daya

Tak sama tatkala awal jumpa

Begitu juga cita-cita

Geladi kawah candradimuka

Tanamkan karakter akhlak mulia

Mengantarkan menuju gerbang asa

Berharap ingin wujudkan cita-cita

Mewujudkan generasi penerus bangsa

Liku perjuangan ini kadang tak dihargai

Bahkan tak kau anggap hanya sebatas angin lalu 

Bukan hanya dirimu

Mungkin juga orang yang telah menitipkanmu

Tak peduli walaupun seperti itu

Kewajiban kujunjung tinggi 

Sebagai ladang ibadahku

Belum hari ini kau merasakan

Tapi aku yakin semua tak akan sia sia

Bahwa itu benar adanya..

Aku hanya bisa berdoa semoga kalian 

Selalu baik baik saja…

Hingga masamu akan tiba…

Bahwa engkaulah generasi penerus bangsa.


BANYUWANGI, 26 NOVEMBER 2022

SULISTYOWATI.

===

23.

BERKAT JASA GURU

Karya : Ismawiyah

Guruku ....

Engkau yang membimbing dengan penuh kesabaran

Engkau yang mengajariku berhitung dan membaca

Kaulah yang mengajariku menulis dan mengenal tentang alam

Engkau mendidik kami dengan pesan – pesan moral  yang bermanfaat

Untuk menyongsong kehidupan masa depan cerah kami 

Guruku .....

Engkaulah pelita cahaya kami

Engkaulah pahlawan kami

Engkaulah embun penyejuk kami

Engkaulah pengajar kehidupan kami

Engkaulah yang membekali kami banyak ilmu

Guruku ......

Engkau tak pernah lelah mengajar kami

Walau kami sering membuatmu marah

Engkau tak pernah bosan memberi nasehat kami

Walau kami sering meremehkan kata-katamu

Jasamu takkan pernah kami lupakan 

0h Guruku ....

Sungguh mulia hatimu berkat waktu dan energimu kami mempunyai banyak pemahaman 

Sungguh besar pengabdianmu untuk mencerdaskan para generasi muda

Direlung hati yang terdalam selalu tersimpan jasam dan namamu 

Terima kasih pahlawanku tanpa tanda jasa, berkat kesabaran dan ketulusanmu

Kami bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara serta kedua orang tua kami.


bwi, isma 26 November 22

===

22.

*GURUKU* *PELITAKU* 

Karya : Lilik Nurhayati


Sosok anggun nan penuh wibawa

Senyum simpul selalu menghias bibirmu

Mata mungil yg selalu berbinar, melambangkan semangat pendidik yang tak pernah padam

Walau ditelan waktu dan usia.

Kau bimbing aku penuh semangat dan kesabaran

Kau ajarkan pengetahuan hidup yg bermakna

Kau contohkan perilaku hidup yang hakiki

Tanpamu aku tak bisa apa apa

Denganmu aku bisa tahu banyak hal

Bersamamu ku buka jendela dunia

Ketika kami lalai dan malas

Perhatian dan kesabaranmu lah yang membuat kesadaran kami pulih 

Walau kami membangkang senyum dan doamu buat kami sadar

Saat kau marah....

Kutahu bukan itu maksudmu

Tapi itu caramu menunjukkan kasih sayang mu

Tanpamu kami bukan apa apa

Tanpamu kami bukan siapa siapa

Jasamu sangat berarti bagiku, meniti kehidupan tuk selamat dunia akhirat

Terima kasih Guruku

Engkau Pelita ku

Engkau Pahlawan sejatiku

Namamu kan selalu dihatiku.


Lilik Nurhayati

Bwi, 26 Nov 2022

===

21.

GORESAN PENA

Karya : Ismawiyah


Setiap hari engkau berkutat dengan kesibukan

Antara tanggung jawab dan pengabdian

kau jalani tanpa kenal lelah dan penuh kesabaran


setiap pagi kau menyusuri jalan yang padat akan lalu lalang kendaraan

berpacu dengan waktu tak hiraukan lengkingan knalpot 

Demi pengabdian merefleksi karakter generasi bangsa


Wajah-wajah nan mungil dan lugu membayangi pelupuk mata

Ruang persegi tempat mengungkapkan untaian kata seribu makna

Kata demi kata terucap menumbuhkan semangat tunas tunas negeri


Canda tawa menghiasi suasana, hening sepi bergelut goresan tinta

Dipapan putih

Menumpahkan ilmu di setiap lembaran memberikan pemahaman

Dalam lirih keluh dibibir mengalunkan kata – kata penyejuk jiwa


Tanpa lelah dan bosan dengan semangat mengantarkan banyak harapan

Pada semua putra putri bangsa dalam menggapai cita dan angan

Mentransferkan ilmu dan pengetahuan pada generasi demi kemajuan bangsa


Bwi, Isma 26 November 22

===


20.

 INSPIRASI YANG TAK LEKANG

Karya: Inun Fitriyani


Wajah ayu rupawan

Menawan tiap mata memandang

Tajam otakmu terpancar dari pesona sorot matamu

Senyummu merefleksikan kerendahan hatimu

Kerut di dahimu pancarkan keteguhan hatimu

Bahasa tubuhmu pancarkan keanggunan,

pancarkan kecerdasan intelegen dan akhlakmu

Ujarmu teramat dalam menyejukkan 

Tiap kata adalah petuah

Tiap kata pembakar energi

Tiap kata mampu sekresikan adrenalin pembakar semangat

Mendengar ujarmu membuka cakrawala imajinasi 

dan realita pandanganku

Jiwa bergejolak, bertumpuk ide dan angan

Petuahmu makin bergejolak hanguskan keraguan 

dan kebimbangan pandangan

Entah dari mana kau datang

Hadirmu sungguh berarti bagiku

Membangkitkan jiwa lena dalam zona nyaman

Enyahkan rantai pengikat kemalasan

Hanguskan benih pembiaran


Sampai hari ini, entah berapa banyak ilmu telah ku dapat

Uswah kebajikan yang kau tebar, tak terhitung

Tak ada apapun yang bisa kupersembahkan

Lelahmu tak tergantikan

Kesabaranmu tak terkalahkan

Kekagumanku tak terlukiskan

Potret kepribadianmu menjadi bayang langkahku

Menjalani amanah yang aku emban

Hingga kini dan selamanya..


Kau,,, guruku, sungguh menginspirasiku…

💐🌷🌹

BWI, 25 November 2022 

IF

20.

SANUBARI KU

Karya: Moh. Siddiq

Kemarin jasamu telah di ukir

Dari sini dan sampai sejauh mata memandang

Jasamu ditulis dengan tinta emas dan tak tau berapa yang dihabiskan


Di kala puisi itu di bacakan anak didik mu dengan

di iringi lagu terima kasih guru

Sungguh sangat menyayat di hati

Menyentuh di kalbu

Sampai merinding rasa tubuh ku


Dan tak terasa air mata menetes di ujung kerling mataku

Sungguh tak bisa diungkap dengan kata kata jasamu wahai penerang ku


Pelita hati itulah sebutan mu

Cinta dan pengabdian akan selalu tertanam di hati 

Sampai kapan tak kan pernah terganti

Karena sudah merasuk ke jiwa sanubari


Dicky❤️Bwi, 26 Nov 2022

==

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Kata, Jejak Luka

Tiba-tiba

Sang Violinis